Bangkok Dinobatkan sebagai Kota Workcation Terbaik Dunia 2026
Minggu, 23 Agu 2026, 14:28 WIBJAKARTA â Bangkok dinobatkan sebagai kota workcation terbaik di dunia pada 2026 berdasarkan Indeks Work from Anywhere (WFA) yang dirilis IWG. Tokyo dan Barcelona masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga dalam indeks tahunan tersebut.
Indeks IWG menilai sejumlah kota berdasarkan berbagai indikator yang mendukung aktivitas bekerja jarak jauh sambil melakukan perjalanan. Faktor yang diperhitungkan meliputi iklim, kualitas konektivitas broadband, akomodasi, transportasi, kuliner, budaya, serta ketersediaan ruang kerja fleksibel.
Pada edisi sebelumnya, Barcelona, Budapest, dan Tokyo sempat menempati posisi teratas. Namun, pada 2026, Bangkok berhasil mengambil alih peringkat pertama.
10 Kota Workcation Terbaik Dunia
Berikut daftar 10 kota yang masuk dalam peringkat workcation terbaik IWG 2026:
- Bangkok
- Tokyo
- Barcelona
- Porto
- Vancouver
- Budapest
- Naples
- Medellin
- Lisbon
- Seoul
Bangkok dinilai memiliki kombinasi keunggulan sebagai kota global dengan biaya yang relatif terjangkau, konektivitas yang baik, serta daya tarik sebagai salah satu pusat perjalanan utama dunia.
Tokyo dan Barcelona menyusul di posisi kedua dan ketiga. Sementara itu, Porto dan Vancouver melengkapi lima besar. Budapest, Naples, Medellin, Lisbon, dan Seoul juga menunjukkan semakin beragamnya pilihan destinasi bagi pekerja yang ingin menggabungkan pekerjaan jarak jauh dengan perjalanan.
Peringkat tersebut menunjukkan bahwa destinasi workcation tidak lagi hanya ditentukan oleh daya tarik wisata. Konektivitas internet yang andal, transportasi, akomodasi, akses terhadap ruang kerja fleksibel, serta pengalaman budaya, kuliner, dan gaya hidup turut menjadi pertimbangan penting.
WFA Semakin Diterapkan
Popularitas konsep workcation sejalan dengan semakin luasnya penerapan kebijakan Work from Anywhere. Riset terbaru IWG menunjukkan 51% pekerja menyatakan perusahaan mereka telah menerapkan kebijakan bekerja dari mana saja.
Dampaknya terhadap pekerja juga dinilai positif. Sebanyak 90% responden mengatakan WFA meningkatkan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, sedangkan 80% menyatakan produktivitas mereka meningkat.
Kebijakan tersebut bahkan mulai memengaruhi keputusan karier. Sebanyak 80% responden mengatakan keberadaan kebijakan WFA membuat tawaran pekerjaan baru menjadi lebih menarik. Sementara itu, 62% menyatakan bersedia mempertimbangkan pindah pekerjaan untuk memperoleh fleksibilitas WFA yang lebih baik.
Akses terhadap ruang kerja fleksibel juga menjadi pertimbangan ketika pekerja menentukan destinasi. Sebanyak 38% responden menyebut ketersediaan ruang kerja fleksibel sebagai salah satu faktor penting dalam memilih lokasi untuk bekerja jarak jauh sembari bepergian.
Liburan Lebih Panjang dengan Tetap Bekerja
Pola kerja jarak jauh turut mengubah kebiasaan perjalanan. Hampir separuh atau 48% pekerja menyatakan berencana memperpanjang masa liburan, termasuk perjalanan singkat, dengan tetap bekerja secara jarak jauh sepanjang 2026.
Sebanyak 46% responden bahkan mengatakan mereka lebih terdorong melakukan hal tersebut dibandingkan tahun sebelumnya. Tren itu telah mulai terlihat, dengan 43% pekerja mengaku pernah bekerja dari lokasi liburan tanpa harus menggunakan jatah cuti tahunan.
Keinginan memperpanjang perjalanan tidak hanya berkaitan dengan fleksibilitas kerja. Sebanyak 54% responden menyebut upaya menghindari kelelahan dan menjaga kesejahteraan sebagai alasan utama. Faktor berikutnya adalah keinginan menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga dan teman yang dipilih 53% responden, serta memaksimalkan jatah cuti tahunan yang disebut 52% responden.
Tekanan biaya hidup juga menjadi faktor. Sebanyak 51% pekerja menyatakan kondisi biaya hidup mendorong mereka memanfaatkan pola kerja hibrida atau WFA untuk memperpanjang masa liburan.
Koneksi Internet Menjadi Prioritas
Bagi pekerja yang ingin bekerja dari destinasi wisata, konektivitas menjadi salah satu kebutuhan utama. Sebanyak 38% responden menempatkan koneksi Wi-Fi yang andal sebagai prioritas ketika memilih lokasi.
Faktor tersebut berada di atas kualitas akomodasi, makanan, dan transportasi yang secara keseluruhan dipilih oleh 12% responden. Sementara itu, biaya perjalanan dan akomodasi yang lebih terjangkau disebut 46% responden sebagai faktor yang dapat mendorong mereka memperpanjang perjalanan sambil bekerja.
Hal ini menunjukkan bahwa destinasi workcation perlu mampu menggabungkan kebutuhan profesional dengan pengalaman perjalanan tanpa membebani pekerja dengan biaya yang terlalu tinggi.
Pekerja Membutuhkan Aturan yang Jelas
Meskipun minat terhadap workcation meningkat, pekerja masih membutuhkan kepastian mengenai aturan perusahaan. Panduan yang jelas mengenai kapan dan bagaimana WFA dapat dilakukan saat bepergian dinilai dapat mendorong lebih banyak karyawan memanfaatkan fleksibilitas tersebut.
Sebanyak 44% responden mengatakan mereka akan lebih termotivasi melakukan workcation apabila mengetahui aktivitas tersebut tidak memengaruhi penilaian terhadap kinerja mereka. Sementara itu, 39% menginginkan panduan yang lebih jelas dari perusahaan.
Executive Chairman and Founder IWG, Mark Dixon, mengatakan semakin banyak pekerja yang memanfaatkan fleksibilitas kerja untuk memperpanjang perjalanan atau menghabiskan waktu lebih lama di luar negeri sebagai pekerja jarak jauh maupun digital nomad.
Menurut dia, perkembangan sistem kerja hibrida dan teknologi cloud memberikan keleluasaan bagi karyawan untuk bekerja dari berbagai lokasi, baik melalui ruang kerja fleksibel lokal maupun pusat coworking di negara lain.
Dixon menilai tren tersebut akan terus berkembang seiring semakin banyak perusahaan menerapkan kebijakan kerja fleksibel dan WFA dalam jangka panjang, termasuk selama periode liburan. Menurutnya, fleksibilitas tersebut tidak hanya membantu meningkatkan keseimbangan kehidupan dan pekerjaan, tetapi juga dapat mengurangi kelelahan serta meningkatkan produktivitas.
Dukungan bagi Pekerja dengan Mobilitas Tinggi
Perkembangan tren WFA juga mendorong IWG memperluas dukungan bagi pekerja dengan mobilitas tinggi melalui kemitraan di sektor perjalanan.
Dalam periode liburan, IWG bermitra dengan Hotels.com, bagian dari Expedia Group, untuk memberikan status loyalitas Hotels.com Gold secara gratis dalam waktu terbatas kepada anggota IWG yang berbasis di Amerika Serikat. Program tersebut menawarkan sejumlah keuntungan, termasuk hadiah, harga khusus, dan fasilitas VIP.
IWG saat ini memiliki lebih dari 5.000 lokasi ruang kerja fleksibel di lebih dari 120 negara. Jaringan tersebut memungkinkan pekerja mengakses ruang kerja profesional di berbagai destinasi ketika memilih memperpanjang perjalanan sembari tetap menjalankan pekerjaan secara jarak jauh.
- travel
- digital nomad
- Work From Anywhere
- WFA
- pariwisata
- Bangkok
- Kota Terbaik Dunia
- Kerja Hybrid
- IWG
- Workcation
- Kerja Jarak Jauh
- Tren Kerja 2026
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Tiongkok Kerahkan Bomber H-6 Dekati Pangkalan Militer AS di Jepang
-
Kontingen Popda Natuna Tenang karena BPJS Ditanggung Pemkab
-
Apple Siapkan Program Sewa Apple Upgrade, Bisa Tukar iPhone Tiap 2 Tahun
-
Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono sebagai Plt Jampidsus
-
Harga Emas Antam Turun Lagi Rp20.000 Menjadi Rp2,615 Juta/Gr pada Selasa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.