Tayang Oktober, Film 'Laut Bercerita' Dibintangi Reza Rahadian dan Dian Sastro
Sabtu, 22 Agu 2026, 09:20 WIBJAKARTA - Film "Laut Bercerita" yang disutradarai oleh Yosep Anggi Noen mengadaptasi novel karya Leila S. Chudori dikemas dengan pendekatan populer untuk menjembatani peristiwa sejarah dengan penonton masa kini dan menimbulkan kedekatan dengan gambaran suasana dan emosinya.
"Kami membuat film ini tuh pendekatannya populer. Jadi pendekatannya bukan pendekatan film sejarah yang sangat kaku, tapi ini film populer," ujar Anggi Noen saat ditemui di kawasan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat.
Ia menambahkan bahwa unsur budaya populer dalam film seperti musik, dan lain-lain, itu berfungsi mendekatkan penonton pada narasi dan emosi sejarah tersebut.
Anggi juga menekankan bahwa novel aslinya merupakan kekuatan penting untuk cerita film itu dengan karakternya yang relevan dengan lintas generasi seperti Asmara Jati yang ditampilkan dengan penuh ketegaran saat menghadapi kehilangan.
"Ekspresi nanti yang muncul di layar ketika seorang Asmara muncul itu bukan Asmara yang menunjukkan kesedihan dengan air mata, tapi menunjukkan kesedihan dengan kesetiaan menunggu dan mencari, karena menunggu itu juga bagian dari perlawanan," kata Anggi.
Sementara itu, aktris Yunita Siregar yang memerankan Asmara Jati mengonfirmasi bahwa karakternya digambarkan sebagai sosok rasional dengan kecerdasan emosional dalam merespons hilangnya sang kakak, Biru Laut (Reza Rahadian).
"Dia responsif, tapi ketika dia menerima informasi, dia cerna dulu. Enggak langsung beraksi, dia cerna dulu, dia atur strategi, baru dia eksekusi," tutur Yunita.
Melalui peran tersebut, ia juga memetik pelajaran mendalam tentang esensi kehilangan. "Yang dipelajari adalah berduka itu bukan berarti melupakan, tapi mencintainya dengan cara yang lain. Ya sudah, kita mencintai Mas Laut dengan ketidakhadirannya dia, tapi tetap selalu dikenang," ujar aktris yang sebelumnya membintangi film drama "Home Sweet Loan" itu.
Aktor Dewa Dayana yang memerankan tokoh Sunu Dyantoro mengatakan novel asli karya Leila S. Chudori adalah acuan dalam menyelami dinamika perjuangan aktivis tersebut pada era 1998 yang pergerakannya digambarkan lebih komunal dalam bertukar gagasan dan bergerak bersama-sama.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kejari Bogor Tetapkan Tersangka Korupsi Proyek Rumah Sakit Rp93 Miliar
-
Sukses di Mancanegara, Film "Solata" Kembali ke Indonesia, Kisahkan Realitas Pendidikan di Tana Toraja
-
Jakarta Terima Hadiah Ultah Mencapai Rp22,2 Triliun
-
Tayang Tahun Depan, Film "Berbagi Suami 2.0" Kembali Bertabur Bintang
-
Sinner Merasa Lebih Siap Hadapi Wimbledon, Waspadai Cuaca Panas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.