ASBANDA Dorong Simpeda Bertransformasi jadi Tabungan Digital yang Dekat dengan Masyarakat

Sabtu, 22 Agu 2026, 23:32 WIB

BENGKULU-Tabungan Simpanan Pembangunan Daerah (Simpeda) kini memasuki babak baru dengan saldo mencapai 74,86 triliun rupiah pada posisi Juni 2026. Produk tabungan bersama Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia tersebut terus diperkuat menjadi tabungan yang semakin digital, transaksional dan relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Agus H. Widodo mengatakan, pencapaian Simpeda bukan sekadar mencerminkan besarnya dana yang berhasil dihimpun BPD, tetapi terutama menunjukkan kepercayaan masyarakat kepada BPD di seluruh Indonesia. 

Ket. Foto: Ketua Umum ASBANDA Agus H Widodo (kiri) menyerahkan duplikat hadiah kepada nasabah pemenang tabungan Simpeda di Bengkulu, baru-baru ini. — Sumber: istimwea

“Tabungan 75 triliun rupiah bukan sekadar angka di neraca. Di belakangnya terdapat kepercayaan masyarakat. Dana tersebut dihimpun dari masyarakat, dikelola secara prudent oleh BPD, kemudian diintermediasikan kembali menjadi pembiayaan bagi masyarakat, UMKM dan dunia usaha untuk menggerakkan ekonomi daerah,” kata Agus pada Malam Puncak Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Periode XXXVII di Bengkulu.

Menurut Agus, tantangan Simpeda ke depan bukan hanya memperbesar jumlah rekening maupun saldo, tetapi membuat Simpeda semakin relevan dengan perubahan perilaku masyarakat.

Nasabah kini membutuhkan layanan perbankan yang mudah, cepat, aman dan terkoneksi dengan berbagai kebutuhan sehari-hari. Karena itu, Asbanda mendorong BPD terus meningkatkan pengalaman digital Simpeda serta memperluas pemanfaatannya untuk pembayaran, transfer, belanja, transaksi merchant dan berbagai layanan finansial lainnya.

“Simpeda ke depan tidak cukup hanya menjadi tempat menabung. Kami ingin Simpeda semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, semakin modern, semakin digital dan semakin mudah digunakan, tanpa kehilangan kekuatan utamanya, yaitu kedekatan dengan masyarakat daerah,” kata Agus. 

Transformasi tersebut sekaligus diharapkan semakin memperkuat Simpeda sebagai salah satu sumber dana ritel yang sehat dan berkelanjutan bagi BPD untuk mendukung fungsi intermediasi di daerah.

Lebih lanjut disebutkan bahwa kekuatan 27 BPD adalah memiliki jaringan lokal yang mengakar dan keberadaannya sebagai sebagai produk bersama 27 BPD di seluruh 

Indonesia. Asbanda melihat jaringan tersebut sebagai diferensiasi yang perlu semakin diperkuat. Masing-masing BPD memiliki pemahaman, kedekatan dan jaringan yang kuat di daerahnya.

Ketika kekuatan tersebut semakin terkoneksi, Simpeda berpotensi berkembang menjadi salah satu retail banking franchise nasional berbasis kekuatan daerah.

“Positioning yang ingin kita bangun sangat jelas, Simpeda berakar kuat di daerah, tetapi terhubung secara nasional. Kekuatan lokal 27 BPD jika semakin kita hubungkan akan menjadi kekuatan finansial nasional yang besar,” kata Agus.

Semakin Relevan

Asbanda akan terus mendorong penguatan inovasi produk, pengalaman digital, ekosistem merchant dan pembayaran, serta kualitas layanan sehingga Simpeda semakin relevan bagi berbagai segmen masyarakat, termasuk generasi muda.

Undian Nasional yang digelar menghadirkapuluhan ribu masyarakat di Bengkulu pada Malam Puncak Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Periode XXXVII di Bengkulu, sekaligus menjadi momentum kedekatan BPD dengan masyarakat.

Sekitar 30 ribu masyarakat memadati rangkaian acara malam puncak. Kehadiran keluarga besar BPD dari berbagai wilayah Indonesia juga menciptakan aktivitas ekonomi bagi Bengkulu melalui sektor perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, UMKM dan berbagai layanan lokal lainnya.

Hal itu mencerminkan filosofi yang ingin terus dibangun BPD: setiap kehadiran BPD harus memberikan manfaat bagi perekonomian daerah dan masyarakatnya.

“BPD lahir dari daerah dan tumbuh bersama daerah. Karena itu, setiap aktivitas BPD sedapat mungkin harus menciptakan manfaat dan ikut menggerakkan ekonomi masyarakat di daerah,” katanya.

Agus juga menegaskan bahwa Undian Nasional Simpeda merupakan bentuk apresiasi kepada nasabah, tetapi hubungan BPD dengan masyarakat harus dibangun jauh melampaui program hadiah.

“Hadiah terbesar bagi nasabah bukan hanya undian. Hadiah terbesar yang harus diberikan BPD setiap hari adalah kepercayaan, keamanan, kemudahan dan pelayanan yang semakin baik,” tegas Agus

Asbanda optimistis transformasi Simpeda akan semakin memperkuat peran BPD sebagai bank yang dekat dengan masyarakat sekaligus menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia.

“Dana tumbuh dari masyarakat, dikelola oleh BPD, dan kembali kepada masyarakat untuk membangun daerah. Itulah kekuatan Simpeda. Dari daerah kita tumbuh bersama masyarakat, dan dengan kekuatan 27 BPD kita terhubung untuk membangun Indonesia,” pungkas Agus.

  • Bank Bengkulu
  • Bank Jakarta
  • Bank Pembangunan Daerah
  • ASBANDA
  • Simpeda

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Vitto Budi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.