200 eVTOL Whitesky Berpotensi Buka 1.000 Lapangan Kerja Pilot CPL di Indonesia

Jumat, 21 Agu 2026, 18:30 WIB

TANGERANG — Pengembangan pipeline 200 unit eVTOL Whitesky dalam 10 tahun ke depan diproyeksikan berpotensi membuka hingga 1.000 lapangan pekerjaan bagi pemegang Commercial Pilot License (CPL) di Indonesia, seiring berkembangnya industri Advanced Air Mobility dan Urban Air Mobility nasional.

Potensi tersebut muncul setelah pipeline Whitesky berkembang menjadi 200 unit yang terdiri atas 120 unit dari China, 30 unit dari Jepang dan 50 unit dari Indonesia.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Istimewa

CEO Whitesky Group Denon Prawiraatmadja mengatakan transformasi menuju Advanced Air Mobility tidak hanya membawa investasi dan teknologi baru, tetapi juga dapat menciptakan kebutuhan sumber daya manusia penerbangan dalam skala yang semakin besar.

“Ketika aircraft bertambah, kebutuhan yang tumbuh bukan hanya pilot. Kita membutuhkan instructor, engineer, technician, dispatcher, ground operation, safety personnel hingga berbagai profesi baru yang akan muncul bersama industri ini,” ujar Denon.

Whitesky memproyeksikan pengoperasian dan pengembangan pipeline hingga 200 eVTOL dalam satu dekade dapat membuka hingga 1.000 peluang kerja bagi pilot CPL, baik melalui kebutuhan operasional langsung maupun pengembangan kapasitas pilot untuk mendukung ekspansi rute dan layanan.

Menurut Denon, potensi tersebut juga menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk mempersiapkan pilot muda menghadapi perubahan teknologi penerbangan.

“Indonesia memiliki banyak pemegang CPL yang membutuhkan pathway untuk membangun karier. Perkembangan Advanced Air Mobility dapat membuka jalur baru, tetapi training dan competency-nya harus dipersiapkan sejak sekarang,” kata Denon.

Karena itu, pengembangan ekosistem AAM dinilai perlu berjalan beriringan dengan pendidikan, pelatihan dan reskilling sumber daya manusia penerbangan.

Agenda IITS 2026 sendiri menempatkan workforce transformation dan digital-to-AI reskilling sebagai bagian dari pembahasan Equitable Transition dalam era mobilitas baru.

Denon menilai Indonesia tidak boleh hanya mempersiapkan infrastruktur dan pesawat, tetapi juga manusia yang akan mengoperasikan industri tersebut.

“Kalau kita ingin Indonesia menjadi hub AAM, human capital harus menjadi salah satu competitive advantage kita. Pesawat bisa dibeli, teknologi bisa berkembang, tetapi capability manusia harus dibangun,” ujarnya.

Melalui IITS × HEXIA 2026, Whitesky juga mempertemukan industri penerbangan dengan institusi transportasi dan pendidikan. Dalam agenda Urban Air Mobility di Cengkareng Heliport, salah satu stakeholder yang hadir adalah Indonesia Aviation Polytechnic Curug.

Menurut Denon, kolaborasi antara operator, sekolah penerbangan, regulator dan industri teknologi akan menjadi penting untuk mempersiapkan standar kompetensi baru sejalan dengan berkembangnya eVTOL.

“200 aircraft bukan hanya angka armada. Di belakangnya ada investasi, ada pekerjaan dan ada generasi baru profesional penerbangan Indonesia yang harus kita siapkan. Itu yang membuat perkembangan AAM penting secara ekonomi dan sosial,” tutup Denon.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Mohammad Zaki Alatas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.