Operator Seluler Ikut Bangun Ekosistem AI, Kedaulatan Digital Indonesia Makin Kuat
Kamis, 20 Agu 2026, 16:35 WIBJakarta - Organisasi ekosistem seluler global GSMA menilai keterlibatan operator seluler dalam membangun ekosistem kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia dapat memperkuat kedaulatan digital nasional.
Head of Asia Pacific GSMA Julian Gorman mengatakan industri telekomunikasi Indonesia kini tidak lagi hanya berfokus menyediakan konektivitas, tetapi mulai mengambil peran dalam pengembangan teknologi AI.
"Ketertarikan yang kuat dan partisipasi para operator seluler di Indonesia dapat mendukung terciptanya kedaulatan digital Indonesia," kata Julian dalam diskusi daring yang diikuti di Jakarta, Kamis (20/8).
Menurut Julian, perkembangan AI membuka peluang besar untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas potensi ekonomi digital. Pemanfaatan AI tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat, tetapi juga dapat membantu pelaku usaha menciptakan model bisnis dan layanan baru.
Ia menilai operator seluler di Indonesia mulai menunjukkan langkah nyata untuk ikut membangun ekosistem AI nasional.
Salah satunya dilakukan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melalui kerja sama dengan NVIDIA dalam menghadirkan layanan GPU Merdeka. Langkah tersebut menjadikan Indosat sebagai NVIDIA Cloud Partner pertama di Indonesia.
IOH juga mengembangkan layanan AI yang disesuaikan dengan bahasa, kebutuhan, serta nilai lokal Indonesia. Menurut Julian, pendekatan tersebut penting agar pemanfaatan teknologi AI tetap mendukung kepentingan nasional.
"Mereka berupaya memastikan bahwa model bahasa besar yang dikembangkan itu didesain dengan bahasa Indonesia dan sesuai dengan cara kerja bisnis. Hal ini benar-benar dilakukan untuk memastikan bahwa Indonesia memiliki kedaulatan untuk mengadopsi AI di beragam aktivitas ekonomi," ujarnya.
Langkah serupa juga dilakukan Telkom Indonesia dengan memperkuat ekosistem digital untuk mendukung perkembangan bisnis dan pemerintahan berbasis teknologi.
Melalui Telkom AI Center of Excellence (AI CoE), perusahaan tersebut mendorong percepatan adopsi AI melalui edukasi, pengembangan inovasi, serta pembangunan jejaring kolaborasi.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menilai keberadaan pusat AI di perguruan tinggi dapat memperkuat fondasi ekosistem kecerdasan artifisial nasional.
Meutya menegaskan Indonesia tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi AI yang dikembangkan negara lain.
Menurut dia, Indonesia perlu membangun kemampuan sendiri melalui penguatan talenta, riset, inovasi, kapasitas komputasi, dan ekosistem teknologi.
"Mari kita bangun AI di Indonesia, untuk Indonesia," kata Meutya.
- ekosistem AI
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.