Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro

Kamis, 20 Agu 2026, 09:38 WIB

JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengusulkan penambahan 150 ribu ton program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan guna membantu peternak mikro menghadapi kenaikan biaya pakan sekaligus menjaga stabilitas harga telur dan ayam.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan upaya itu sebagai langkah nyata pemerintah dalam memberikan perlindungan bagi ekosistem peternak unggas nasional, terutama kepada peternak skala mikro yang rentan terhadap fluktuasi harga pakan.

Ket. Foto: Arsip Foto - Petani memanen jagung. — Sumber: ANTARA

"Untuk itu, program SPHP jagung pakan telah diusulkan penambahan kuota hingga 150 ribu ton," kata Ketut dikodirmasi di Jakarta, Kamis (20/8).

Bapanas menyatakan program SPHP jagung pakan tahun 2026 telah dimulai sejak awal Mei. Total kuota salur sebelumnya ditetapkan sebanyak 213,2 ribu ton yang terdiri dari kebutuhan jagung pakan bagi kelompok peternak skala usaha mikro, kecil, dan menengah.

Kuota sebanyak 138,65 ribu ton dengan asumsi kebutuhan tiga bulan bagi kelompok peternak mikro. Kemudian 50,37 ribu ton dengan asumsi kebutuhan 2 bulan bagi kelompok peternak kecil dan 24,17 ribu ton dengan asumsi kebutuhan 1 bulan bagi peternak menengah.

Bapanas secara resmi telah mengusulkan kepada Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk dapat diadakan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas)

Ketut menuturkan sebelumnya Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sudah mengundang seluruh asosiasi peternakan telur di Surabaya untuk memastikan pemerintah akan melakukan intervensi.

"Sudah disepakati untuk mengendalikan harga, unlock-nya harga telur di tingkat produsen ini, Bapak Kepala Bapanas sudah memutuskan untuk menambah SPHP jagung sebanyak 150 ribu on," jelas Ketut.

Meski begitu, Bapanas masih menunggu hasil Rakortas di Kemenko Pangan, sehingga dapat membantu peternak yang menghadapi kondisi harga pakan.

"Kemudian DOC (day old chicks) dan lain sebagainya. Dengan adanya tambahan SPHP jagung ini, harapan kita peternak masih bisa membeli pakan dengan harga yang relatif wajar," ucap Ketut.

Bapanas mencatat realisasi salur SPHP jagung pakan per 18 Agustus telah mencapai 49,97 persen dari total target 213,2 ribu ton. Secara kuantitas sebanyak 120,31 ribu ton telah diakses peternak yang tersebar di 28 provinsi.

Daerah dengan jumlah peternak tertinggi adalah Jawa Timur dengan 3.672 peternak dan Jawa Tengah 2.012 peternak.

"Dengan kendali-kendali yang kita lakukan, mudah-mudahan relatif harga telur baik di produsen maupun di konsumen," jelas Ketut.

Ia menambahkan harga telur di tingkat peternak saat ini masih belum menyentuh Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah di Rp26.500 per kilogram (kg). Upaya eskalasi harga terus dilakukan pemerintah agar level harga peternak dapat lebih membaik.

"Tapi kalau kita melihat di sisi konsumen memang juga masih di bawah Rp30.000 per kg," tuturnya.

Sementara daging ayam ras mengalami sedikit kenaikan tapi masih relatif di posisi harga acuan dan bahkan jika di tingkat produsen masih di bawah HAP.

"Nah tentu di tingkat konsumen ada beberapa yang memang sudah tinggi di atas HAP, maka pemerintah secara bersama melakukan langkah-langkah intervensi yang bisa dilakukan," beber Ketut lagi.

Dalam pantauan Bapanas, per 19 Agustus rata-rata harga telur ayam tingkat peternak berada di Rp22.978 per kg atau 13,29 persen di bawah HAP dan ayam broiler tingkat peternak di Rp24.849 per kg atau 0,6 persen di bawah HAP.

Sementara rata-rata harga telur ayam dan daging ayam di tingkat konsumen masing-masing Rp 28.097 per kg dan Rp 40.639 per kg.

Sebelumnya, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah akan terus mengawal ketersediaan jagung bagi peternak.

Amran telah menginstruksikan Bulog untuk terus melayani peternak unggas yang membutuhkan jagung pakan dengan harga lebih ekonomis.

Diketahui, harga jagung pakan yang ditetapkan Bapanas antara lain Rp5.000 per kg dengan pengambilan di Gudang Bulog dan harga maksimal di Rp 5.500 per kg di tingkat peternak. Penyaluran SPHP jagung pakan dilakukan melalui koperasi atau asosiasi kepada anggota yang telah terdaftar dalam SK Menteri Pertanian.

  • Badan Pangan Nasional (Bapanas)
  • sphp jagung

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

Berita Terbaru

IHSG Hari Ini Menguat Mengikuti Bursa Asia, Dipicu Kebijakan "Buyback" Obligasi AS

Antusias dan Suka-cita Daerah Sambut Alih Status PPPK, Apa Alasannya?

Padang Pariaman Raih Peringkat 1 Sumbar dan 7 Nasional dalam Pengelolaan JDIH.

BPBD: 170 Unit Rumah Rusak akibat Cuaca Ekstrem yang Terjadi di Medan

Utang AS Lampaui 40 Triliun Dollar, Rekor Tertinggi dalam Sejarah

Transjakarta Operasikan Armada Bantuan karena KRL Bogor-Jakarta Kota Alami Gangguan

KRL Commuter Tabrak Orang di Dekat Stasiun Tebet, Transjakarta Bantu Angkut Penumpang

Tim Gabungan Gagalkan Peredaran Ganja via Media Sosial di Balikpapan.

Gangguan KRL Bikin Penumpang Terdampak, Transjakarta Langsung Operasikan Armada Bantuan

KPK Ungkap Dugaan Pengondisian Audit BPK di Wilayah Lain Sumatera Selatan.

El Nino Mengganas, Honduras Tetapkan Status Darurat Kekeringan

Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro

Kemenag Satukan Guru Lintas Agama dalam Konfederasi Profesi Guru 2026–2030.

Namanya Mirip, Band Metal Demon Hunter Gugat Netflix terkait Pelanggaran Merek Dagang "Kpop Demon Hunters"

Bandara Kertajati Disiapkan Jadi Tempat Perawatan Pesawat Tempur TNI AU.

Harga Emas Antam Naik Rp80.000 Menjadi Rp2,725 Juta/Gr pada Kamis

Bantu Korban Gempa NTT, PMI DKI Jakarta Kirim Tim Medis ke Wilayah Terdampak

HUT ke-81 Jawa Barat, Sejarah Berdirinya Jabar Dibacakan dengan Lima Dialek Sunda.

Disperindag Kabupaten Lebak: Pasokan Melimpah, Harga Komoditas Cabai dan Bawang Turun 

Harga Cabai Rawit Rp52.750/Kg, Telur Ayam Rp22.650/Kg

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.