Balai Taman Nasional Tambora NTB Kembangkan Sport Tourism lewat Tambora Jungle Run

Selasa, 18 Agu 2026, 09:18 WIB

DOMPU – Balai Taman Nasional Tambora, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengembangkan sport tourism melalui Tambora Jungle Run 2026 untuk membuka peluang usaha, meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan Taman Nasional Tambora.

Kepala Balai Taman Nasional Tambora, Abdul Azis Bakry, mengatakan penyelenggaraan Tambora Jungle Run yang akan berlangsung pada 30 Agustus 2026 itu menjadi salah satu strategi memperkenalkan potensi kawasan Tambora kepada wisatawan domestik maupun mancanegara sekaligus menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Ket. Foto: Logo dan maskot Tambora Jungle Run 2026 yang terinspirasi dari rusa timor dan elang Flores serta dipadukan dengan atribut budaya khas Dompu, Muna Pa’a. Tambora Jungle Run 2026 akan digelar pada 30 Agustus 2026 di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, dengan mengusung konsep Sea to Summit. — Sumber: ANTARA

"Tujuan utama kegiatan ini adalah mempromosikan Taman Nasional Tambora sebagai destinasi wisata olahraga kelas dunia dan spot destinasinwisata di lingkar kawasan,” ujar dia di hadapan wartawan di Dompu, NTB, Senin (17/8).

Menurut dia, dampak ekonomi dari kegiatan tersebut dapat dirasakan masyarakat melalui berbagai aktivitas usaha, seperti UMKM, jasa transportasi, kuliner, pemandu wisata, serta penyediaan kebutuhan peserta selama kegiatan berlangsung.

Selain menggerakkan aktivitas ekonomi, Tambora Jungle Run juga menjadi sarana edukasi bagi peserta mengenai pentingnya konservasi sekaligus bagian dari upaya menjadikan Tambora sebagai salah satu destinasi trail run bertaraf internasional.

Salah satu nomor unggulan Tambora Jungle Run 2026 adalah kategori Sea to Summit 40K yang menghubungkan kawasan pesisir dengan kawasan pegunungan Tambora melalui jalur Doroncanga.

“Yang paling ikonik adalah kombinasi lintasan dari 0 mdpl hingga sekitar 2.000 mdpl,” kata Abdul Azis.

Konsep tersebut dinilai memiliki potensi ekonomi yang lebih luas karena peserta tidak hanya mengikuti perlombaan, tetapi juga dapat diarahkan untuk menikmati berbagai destinasi wisata di sekitar Tambora.

Abdul Azis mengatakan konsep Sea to Summit dapat dikembangkan menjadi rangkaian perjalanan wisata yang menghubungkan kawasan Tambora dengan potensi wisata lainnya, termasuk Teluk Saleh yang dikenal dengan wisata hiu paus.

“Untuk jangka panjang, lima tahun ke depan kita punya mimpi dari hiu paus ke agrowisata, kemudian ke kaldera. Atau dari hiu paus ke kaldera kemudian ke agrowisata,” ujar dia.

Menurut dia, dalam jangka pendek Tambora Jungle Run menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan konsep tersebut kepada wisatawan. Sementara dalam jangka panjang, Balai TN Tambora menyiapkan pengembangan agrowisata di zona khusus kawasan Tambora.

Pengembangan agrowisata tersebut diarahkan pada wilayah yang telah menjadi kawasan permukiman dan perladangan masyarakat sebelum ditetapkan sebagai taman nasional.

Untuk mendukung rencana tersebut, Balai TN Tambora telah menyiapkan sekitar 10 ribu bibit kemiri, selain bibit durian dan alpukat, yang akan dikembangkan bersama masyarakat.

Tanaman tersebut diharapkan dapat memberikan hasil dalam beberapa tahun mendatang sehingga menjadi sumber pendapatan alternatif sekaligus mendukung terbentuknya pusat-pusat ekonomi baru di sekitar kawasan.

Abdul Azis menegaskan pengembangan ekonomi masyarakat tidak hanya diarahkan pada manfaat sesaat ketika ajang olahraga berlangsung, tetapi juga pada penciptaan sumber pendapatan yang berkelanjutan.

"Temporer-nya pada saat event. Permanennya, harapannya nanti ada pengembangan kawasan, agrowisata dan usaha masyarakat," ujar dia.

Ia mengatakan pengembangan sport tourism juga menjadi strategi memperkuat citra Tambora sebagai destinasi wisata olahraga kelas dunia sekaligus memperluas pasar wisatawan.

Ke depan, Tambora Jungle Run diharapkan berkembang menjadi event trail run berskala internasional yang mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus menjadi pintu masuk untuk menikmati berbagai destinasi di sekitar kawasan Tambora.

  • sport tourism
  • Tambora Jungle Run

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

Berita Terbaru

TASPEN Salurkan 400 Paket Sembako Senilai Rp155 Juta untuk Korban Gempa Flores.

Ndarboy Gank Sukses Goyang Panggung Pesta Rakyat di Bundaran HI dengan Kicau Mania

Kasus Kuota Haji, Yaqut Cholil Qoumas Bacakan Nota Perlawanan di Pengadilan.

WFH Tak Berlaku bagi ASN Pelayanan Publik, Pramono: Harus Ada di Lapangan!

Perangi TBC di Kepulauan Ponelo, DPRD Gorontalo Utara Apresiasi Para Kader.

Hilirisasi Ternak Ayam Dinilai Buka Peluang Ekonomi Besar di Gorontalo Utara.

Tayang Desember, Presale Tiket Avengers: Doomsday Mulai Salip Spider-Man: Brand New Day, Diproyeksikan Tembus US$100 Juta

IHSG Hari Ini Lanjutkan Penguatan di Tengah Pasar Cermati Sentimen Domestik dan Global

Penuh Makna, Pemkot Bekasi Tabur Bunga di Sasak Kapuk untuk Kenang Perjuangan Rakyat.

Harga Emas Antam Naik Rp18.000 Jadi Rp2,695 Juta/Gram pada Selasa (18/8)

Jepang Tuntaskan Tahap Akhir Pembuangan Limbah PLTN Fukushima

Kisah Haru HUT ke-81 RI, Polresta Soetta Berikan Kaki Palsu untuk Ojol Disabilitas.

Sekolah Rakyat Dorong Potensi Siswa, Dinsos Sulsel Sebut Bakat Mulai Bermunculan.

Wali Kota Eri Siapkan Ratusan Paskibraka Surabaya Jadi Duta Kampung Pancasila pada 2027

Presiden Iran Tawarkan Indonesia Bantuan Kemanusiaan Pasca-gempa NTT

7 Bayi Lahir di Hari Kemerdekaan RI, RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh Penuh Sukacita.

Menteri PU Pastikan Jalan Trans Flores Kembali Berfungsi Pascagempa di NTT

Unik! Satwa-satwa di Kebun Binatang Ragunan Ikut Lomba 17 Agustusan

Balai Taman Nasional Tambora NTB Kembangkan Sport Tourism lewat Tambora Jungle Run

Sudah Tepat Langkah PSIM Kirim Reva Adi  ke Borneo

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.