Qatar Suarakan Kebebasan Navigasi Selat Hormuz demi Stabilitas Teluk

Senin, 17 Agu 2026, 23:01 WIB

DOHA - Perdana Menteri Qatar, Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, pada Minggu (16/8) menegaskan kembali dukungan Qatar terhadap upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan regional dan menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Al Thani, yang juga merupakan Menteri Luar Negeri Qatar, menyampaikan pernyataan tersebut dalam tiga pembicaraan telepon terpisah dengan Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, Wakil PM sekaligus Menteri Luar Negeri dan Urusan Ekspatriat Yordania Ayman Safadi, serta Menlu Suriah Asaad al-Shaibani.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/GIUSEPPE CACACE/Getty Images

Perihal itu disampaikan dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Qatar.

Dalam pembicaraan telepon tersebut, PM Qatar mendesak semua pihak untuk berkomitmen pada dialog dan diplomasi, menghormati nota kesepahaman (MoU) antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, menjamin kebebasan pelayaran di Selat Hormuz, serta menjaga keamanan dan stabilitas regional, menurut pernyataan tersebut.

Pembicaraan telepon tersebut terjadi sehari setelah Juru Bicara Kemenlu Qatar Majed Al Ansari membantah klaim bahwa Qatar menahan pilot-pilot Iran.

"Kami dengan tegas membantah klaim yang beredar mengenai penahanan pilot-pilot Iran dan terkejut oleh pernyataan-pernyataan menyesatkan tersebut di momen seperti ini," ungkap Al Ansari dalam sebuah unggahan di platform media sosial X.

Bantahan itu menyusul klaim dari pihak Iran pada Sabtu (15/8) bahwa pasukan Qatar menangkap tiga pilot Iran yang pesawat tempurnya ditembak jatuh saat kembali dari sebuah misi militer terhadap pangkalan AS di Qatar pada Maret lalu.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.