Menaker Sebut Pekerja Kompeten Jadi Kunci Industrialisasi Indonesia
Senin, 17 Agu 2026, 18:55 WIBJAKARTA â Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, menegaskan pekerja kompeten menjadi salah satu kunci untuk memperkuat industrialisasi dan membangun kemandirian ekonomi. Menurut dia, agenda hilirisasi, penguatan industri nasional, serta ketahanan pangan dan energi membutuhkan tenaga kerja berkompetensi.
Demikian disampaikan Menaker saat memimpin upacara peringatan HUT Ke-81 RI di Kemnaker, Senin (17/8). âPara pekerja harus mampu menciptakan nilai tambah di dalam negeri,â ujar dia.
Yassierli manambahkan kemerdekaan memberikan Indonesia kesempatan menentukan jalan kemajuannya sendiri. Karena itu, pembangunan ekonomi perlu diarahkan untuk memperkuat kemampuan bangsa serta mengelola potensi dan sumber daya untuk kesejahteraan masyarakat.
âTidak ada hilirisasi tanpa manusia yang mampu mengerjakannya, tidak ada industrialisasi tanpa pekerja yang kompeten,â ujar dia. âTidak ada kemandirian ekonomi tanpa kekuatan tenaga kerja Indonesia.â
Untuk mendukung agenda tersebut, Kemnaker menetapkan empat fokus utama seperti membangun pekerja kompeten dan siap menghadapi perubahan. Kemudian membangun pasar kerja adaptif, menciptakan dunia kerja inklusif, serta memperkuat hubungan industrial yang harmonis dan adaptif.
Yassierli mengatakan pembangunan pekerja kompeten harus terus diperkuat. Ini dilakukan melalui pelatihan vokasi, pemagangan, sertifikasi kompetensi, serta sinergi dengan dunia usaha dan industri.
Menurut dia, kompetensi pekerja harus selaras dengan kebutuhan industri. Ini sekaligus mempersiapkan tenaga kerja menghadapi digitalisasi, kecerdasan artifisial (AI), otomasi, transisi energi, dan perkembangan industri baru.
âKita harus semakin mampu membaca perubahan kebutuhan industri agar sistem pelatihan kita tidak selalu datang terlambat,â kata dia. âIni karena pada akhirnya kedaulatan industri membutuhkan kedaulatan kompetensi.â
Fokus berikutnya adalah memperkuat pasar kerja yang adaptif. Ini dilakukan melalui layanan informasi pasar kerja, pencocokan kerja (job matching), pemagangan, serta penguatan re-skilling dan up-skilling.
Menurut data Sakernas Mei 2026, sekitar 148 juta penduduk Indonesia telah bekerja dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,65 persen. âPasar kerja harus mampu mempertemukan orang yang membutuhkan pekerjaan dengan pekerjaan yang membutuhkan kompetensi mereka secara lebih cepat,â ujar dia.
Fokus ketiga diarahkan pada pembangunan dunia kerja yang inklusif yaitu dengan memperluas kesempatan masyarakat memperoleh kompetensi dan pekerjaan layak.
Fokus keempat yakni memperkuat regulasi dan hubungan industrial. Tujuannya agar kemajuan industri berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan pekerja.
Yassierli menilai kekuatan industri pada akhirnya harus tercermin melalui peningkatan produktivitas, daya saing, dan kesejahteraan pekerja. Karena itu, setiap program ketenagakerjaan diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Mulai dari memperoleh kompetensi hingga mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan. âTugas kami adalah membuat perjalanan mereka menjadi lebih baik dari belajar menjadi kompeten, dari kompeten memperoleh pekerjaan, dari bekerja menjadi semakin produktif," pungkas dia. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Kemenperin Minta Tambahan Rp1,59 T! Fokusnya Buat UMKM & Hilirisasi Industri
-
Regrouping Lima SD Negeri Akibat Kekurangan Murid
-
Polda Banten Panen 29,5 Ton Jagung Dukung Ketahanan Pangan
-
Bromo Sunset Music and Culture Kembali Digelar, Ruang Kolaborasi bagi Pelaku Seni dan Ekonomi Kreatif
-
Piala Dunia, Tiga Serangkai Norwegia Bisa Mengkhawatirkan Brasil
-
Sambut HUT ke-499 Jakarta: Ayo ke Setu Babakan! Ada Gebyar Seni Budaya Betawi
-
Cuaca Jakarta Hari Ini Cerah Berawan dan Hujan Ringan Siang hingga Malam
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.