Waspada Gelombang Tinggi! BPBD Cianjur Imbau Nelayan Lebih Berhati-hati
Jumat, 14 Agu 2026, 13:40 WIBCIANJUR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jabar), mencatat gelombang tinggi mencapai empat meter melanda pantai selatan Cianjur, sehingga nelayan diminta meningkatkan kewaspadaan dengan tidak melaut untuk sementara.
Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat di Cianjur, Jumat, mengatakan informasi prakiraan ketinggian gelombang dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) saat ini pantai selatan Jabar, termasuk Cianjur, tengah terjadi cuaca ekstrem.
Cuaca ekstrem membuat ketinggian gelombang di laut selatan mencapai dua sampai empat meter, dimana hal tersebut diperkirakan terjadi selama tiga hari ke depan, sehingga petugas dan relawan disiagakan di pantai selatan Cianjur.
"Petugas dan relawan disiagakan guna mengimbau masyarakat, terutama nelayan, tidak melaut untuk sementara guna menghindari hal tidak diinginkan karena cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda pantai selatan beberapa hari ke depan," katanya.
Dia menjelaskan pola angin di wilayah Jakarta dan Jabar bagian utara umumnya bergerak dari timur laut ke tenggara dengan kecepatan angin berkisar 6 - 20 knot dan di wilayah Jabar selatan umumnya bergerak dari timur ke tenggara dengan kecepatan angin berkisar 8 - 25 knot.
Kecepatan angin maksimum mencapai 20 knot diprediksi terjadi di Perairan Indramayu, Perairan Cirebon, Perairan Tasikmalaya, dan Perairan Pangandaran, sedangkan kecepatan angin maksimum mencapai 25 knot diprediksi terjadi di Perairan Sukabumi, Perairan Cianjur, dan Perairan Garut.
Bahkan cuaca ekstrem yang terjadi dapat memicu gelombang tinggi yang sejak dua hari terakhir dilaporkan mencapai ketinggian lima meter, sehingga dapat mengancam keselamatan nelayan dan petugas pun disiagakan di masing-masing pantai yang ada di Cianjur.
"Kami minta nelayan dan masyarakat tidak memaksakan melaut, karena ketinggian gelombang yang mencapai lima meter dapat menenggelamkan perahu, sehingga petugas dan relawan disiagakan setiap hari di sepanjang pantai selatan guna melakukan antisipasi," katanya.
Seiring kemarau dan cuaca ekstrem yang masih melanda sebagian besar wilayah Cianjur, pihaknya meminta 360 relawan untuk melakukan pengawasan dan membuat laporan serta melakukan penanganan cepat ketika terjadi bencana, termasuk kebakaran lahan.
"Kami siagakan sekitar 25 petugas dan 360 relawan yang tersebar di setiap desa yang ada untuk melakukan pengawasan setiap hari dan membuat laporan, serta melakukan penanganan cepat ketika terjadi bencana berkoordinasi dengan aparat setempat," kata Asep Sudrajat.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
AS Putus Seluruh Hubungan Dagang dengan Spanyol
-
Pertama di RI! Lombok Punya Jembatan yang Bisa ‘Geser’ Biar Kapal Nelayan Lewat
-
87 Kapal Ketahuan Langgar! KKP Perketat Pantauan Tuna Lewat VMS & Observer
-
Pelatih Maroko Akui Skuadnya Kalah Kualitas dengan Prancis Usai Kalah 0-2
-
Penebaran 100 Ribu Benih Ikan guna Menjaga Ekosistem
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.