UMKM Sulteng Naik Kelas! Pemprov Buka Peluang Produk Lokal Mendunia

Rabu, 30 Sep 2026, 08:49 WIB

PALU - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas menjadi pelaku ekspor dan mampu menembus pasar global.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid di Palu, Rabu, mengatakan sejumlah komoditas daerah telah mampu menembus pasar luar negeri sehingga capaian tersebut perlu diperluas dengan melibatkan lebih banyak pelaku usaha.

Ket. Foto: Gubernur Sulteng Anwar Hafid. — Sumber: Antara foto

“UMKM tidak boleh dipandang sebelah mata,” katanya.

Menurut dia, Sulawesi Tengah memiliki potensi komoditas yang beragam, mulai dari kelapa, durian, kakao, sarang burung walet hingga produk perikanan seperti tuna dan kepiting bakau.

Potensi tersebut tercermin dari aktivitas ekspor sejumlah komoditas Sulawesi Tengah. Data Badan Karantina Indonesia periode Januari-September 2026 mencatat ekspor kelapa bulat mencapai 39,15 juta kilogram ke Tiongkok, Thailand, Hong Kong, dan Vietnam.

Ekspor bungkil kelapa pada periode yang sama mencapai 8,98 juta kilogram ke India. Sementara ekspor kerang dara tercatat 60.310 kilogram dan ikan tuna sebanyak 23.676 kilogram.

Sementara itu, durian asal Kabupaten Parigi Moutong telah menembus pasar Tiongkok dengan volume mencapai 8.162,7 ton.

Karena itu, Anwar Hafid berharap capaian tersebut menjadi pemantik bagi pelaku UMKM lainnya untuk berani menatap pasar global sebagai tujuan pengembangan usaha.

“Kalau UMKM berani (ekspor), Insya-Allah Sulteng ini maju. Semoga ekspor kita akan semakin lebih mudah lagi,” ujar dia.

Ia mengatakan terbukanya pasar internasional menunjukkan peluang pengembangan produk daerah masih cukup besar. Karena itu, kata dia, keberanian melakukan ekspor perlu ditularkan kepada lebih banyak pelaku usaha di kabupaten dan kota.

Gubernur juga berharap akses menuju pasar internasional semakin terbuka melalui tersedianya jalur penerbangan internasional Palu-Guangzhou, China.

Menurut dia, penerbangan tersebut dapat menjadi salah satu akses baru untuk mendukung konektivitas produk Sulawesi Tengah dengan pasar global.

Selain itu, penguatan ekosistem ekspor di Sulawesi Tengah juga didukung melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Badan Karantina Indonesia dan Kementerian UMKM, serta kerja sama antara Badan Karantina, Kementerian UMKM, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), dan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong.

Selanjutnya penandatanganan MoU hilirisasi empat komoditas unggulan Sulawesi Tengah sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah produk daerah.

Ia berharap penguatan akses pasar, konektivitas, dan kerja sama lintas sektor tersebut dapat membuka lebih banyak peluang bagi UMKM Sulawesi Tengah untuk berkembang dan menjadi pelaku ekspor.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.