- Home
-
- Luar Negeri
-
- Jadi Perhatian Internasion...
Jadi Perhatian Internasional: Media Asing Ramai-ramai Soroti Keracunan MBG di Sidoarjo, Dugaan Masalah pada Distribusi
Kamis, 03 Sep 2026, 13:56 WIBSURABAYA â Kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mendapat perhatian sejumlah media internasional. Peristiwa yang terjadi setelah pembagian makanan MBG pada Selasa (1/9/2) itu diberitakan media seperti The Guardian, Channel NewsAsia (CNA), The Straits Times, dan Al Jazeera.
Pemberitaan media asing tersebut tidak hanya menyoroti jumlah siswa dan santri yang mengalami gangguan kesehatan, tetapi juga mengaitkannya dengan pelaksanaan program makan gratis pemerintah yang menjadi salah satu program utama pemerintah.Â
The Guardian dalam laporan yang terbit Kamis (3/9) menyebut lebih dari 800 siswa dan guru di sejumlah wilayah Indonesia mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan program pemerintah dalam rangkaian kejadian pekan ini. Sidoarjo menjadi kasus terbesar, dengan 566 siswa dilaporkan mengalami sakit dan 88 di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit.
Sedangkan Channel NewsAsia (CNA) dan The Straits Times turut memuat laporan berbasis Reuters mengenai kasus tersebut. Keduanya menyebut lebih dari 500 siswa di Sidoarjo jatuh sakit setelah mengonsumsi makanan yang disediakan melalui program pemerintah. Sampel makanan juga telah diambil untuk kepentingan penyelidikan.
Sementara itu, Al Jazeera melalui kanal Al Jazeera English juga mengunggah informasi mengenai lebih dari 500 siswa di Indonesia yang mengalami keracunan makanan dan diduga berkaitan dengan makanan gratis yang disediakan pemerintah.
Bermula dari Ponpes Manbaul Hikam
Kasus di Sidoarjo bermula ketika ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, mengalami gejala seperti mual, muntah dan diare setelah mengonsumsi makanan MBG pada Selasa (1/9).
Kasus kemudian diketahui tidak hanya terjadi di lingkungan pesantren. Sejumlah siswa dan santri dari lembaga pendidikan lain juga mengalami gejala serupa setelah menerima makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin. Data Dinas Kesehatan Sidoarjo pada Rabu (2/9) menyebut jumlah terdampak mencapai 566 orang.
Tidak ada laporan korban meninggal dalam kejadian tersebut. Pemerintah daerah memastikan para korban mendapat penanganan medis, sementara sebagian pasien yang kondisinya membaik telah diperbolehkan pulang.
BGN Ungkap Dugaan Masalah Distribusi
Pada Kamis (3/9), Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap temuan awal mengenai penyebab kejadian tersebut. Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana mengatakan terdapat ketidakdisiplinan dalam penerapan prosedur operasional standar distribusi makanan.
Menurut Ketut, makanan MBG seharusnya selesai didistribusikan maksimal empat jam setelah dimasak. Namun, dalam kasus Sidoarjo, makanan disebut berada dalam proses distribusi lebih dari batas waktu tersebut.
"Jadi seharusnya itu loading empat jam selesai, dari masak langsung dibagikan. Tapi faktanya di lapangan lebih dari empat jam," kata Ketut.
BGN menyebut SPPG Kalitengah yang terkait dengan kejadian tersebut telah dihentikan sementara selama 30 hari. Pemeriksaan dan investigasi dilakukan untuk memastikan penyebab kejadian.
Perhatian media internasional terhadap kasus Sidoarjo datang ketika program MBG tengah menjalani evaluasi dan reformasi. Reuters menyebut lembaga pengawas independen Network for Education Watch mencatat sekitar 37.600 kasus keracunan yang dikaitkan dengan program tersebut hingga 8 Agustus 2026.
Pemerintah sebelumnya menyatakan sejumlah kasus keracunan dalam program MBG berkaitan dengan persoalan penyimpanan makanan dan keterlambatan distribusi. Di tengah sorotan tersebut, BGN juga telah menutup sejumlah dapur yang dinilai melanggar standar kualitas.
Kasus Sidoarjo kini menjadi salah satu pemberitaan internasional terbaru mengenai pelaksanaan program MBG di Indonesia, dengan perhatian terutama diarahkan pada keamanan makanan, proses distribusi, serta pengawasan terhadap dapur penyedia makanan.
- Keracunan MBG
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Penutupan Sebagian Akses Wisata Bromo untuk Mendukung Penanganan Kebakaran
-
Budidaya Ikan Tematik Jadi Andalan Pemkab Lebak Tingkatkan Produksi Perikanan.
-
88 Santri Korban Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo Masih Dirawat, 31 SPPG di Sidoarjo Belum Punya Izin
-
Mayoritas Konsumsi BBM Nasional Masih Menggunakan BBM Bersubsidi
-
KMP Mutiara Sentosa II Terbakar, Menhub Janji Evaluasi Total Keselamatan Pelayaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.