Sekolah Ternak Dompet Dhuafa Yogyakarta Bekali Peternak Hadapi Perubahan Industri
Rabu, 30 Sep 2026, 15:05 WIBJAKARTA - Dompet Dhuafa Yogyakarta melalui Dompet Dhuafa Farm Yogyakarta kembali menggelar Sekolah Ternak Batch 4 dengan tema "Beternak Kambing di Era Sekarang". Kegiatan yang berlangsung di DD Farm Pundong, Bantul, Minggu (27/9/2026), tersebut diikuti 30 peserta dari kalangan peternak lokal dan masyarakat umum yang tertarik mengembangkan peternakan domba dan kambing.
Perubahan kondisi industri peternakan dari tahun ke tahun menjadi salah satu alasan digelarnya kegiatan tersebut. Melalui Sekolah Ternak, peserta diajak memahami strategi yang dapat diterapkan agar usaha peternakan tetap berjalan dan mampu berkembang di tengah perubahan kondisi lapangan.
Sekolah Ternak merupakan agenda rutin tahunan Dompet Dhuafa Farm Yogyakarta yang menjadi ruang belajar bagi masyarakat. Selain memberikan pengetahuan mengenai pengelolaan peternakan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memperluas jejaring dan membangun hubungan antarpelaku usaha peternakan.
Manajer Dompet Dhuafa Farm Yogyakarta Satya Jati mengatakan kondisi peternakan yang berubah membuat pelaku usaha perlu menyiapkan strategi yang sesuai. Menurutnya, peternak tidak hanya membutuhkan pengetahuan teknis, tetapi juga jejaring untuk mendukung keberlanjutan usaha.
"Kondisi peternakan yang sedang mengalami anomali dibanding tahun-tahun sebelumnya membuat peternak harus membuat strategi yang tepat agar bisa bertahan dan tetap beternak. Karena itu, Sekolah Ternak menjadi ruang untuk berbagi ilmu kepada peternak maupun masyarakat yang ingin beternak kambing dan domba, sekaligus membangun jejaring antarpelaku peternakan yang berlandaskan pada kesejahteraan peternak," ujar Satya.
Kegiatan tersebut menghadirkan dua pemateri yang memiliki pengalaman di bidang peternakan, yakni Taufik Mawaddani dan Satya Jati. Taufik merupakan pemilik Merapi Farm, Ketua Petani Milenial Sleman, sekaligus Ketua Koperasi PPKDY, sedangkan Satya merupakan Manajer Dompet Dhuafa Farm Yogyakarta dan BRILiaN Farm Yogyakarta.
Proses pembelajaran berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi dan diskusi. Para peserta aktif menyampaikan pertanyaan serta membahas sejumlah studi kasus yang berkaitan dengan persoalan peternakan yang dihadapi di lapangan.
Materi yang dibahas tidak hanya berkaitan dengan teori, tetapi juga pengalaman praktis dalam menjalankan usaha peternakan. Diskusi tersebut memberi kesempatan kepada peserta untuk mengaitkan materi yang diperoleh dengan kondisi usaha peternakan masing-masing.
Selain mengikuti sesi pembelajaran di kelas, peserta diajak melakukan kunjungan kandang di DD Farm Pundong. Dalam kunjungan tersebut, mereka dapat melihat secara langsung proses pengelolaan peternakan, termasuk area pembiakan atau breeding dan penggemukan atau fattening.
Peserta juga mengamati berbagai aktivitas yang dilakukan pekerja kandang dalam kegiatan sehari-hari. Beberapa di antaranya meliputi proses pencampuran pakan, penerapan desain kandang, hingga formulasi pakan yang digunakan untuk mendukung pemeliharaan ternak.
Salah satu peserta, Bayu, yang merupakan peternak lokal dari Imogiri, Bantul, mengapresiasi pelaksanaan Sekolah Ternak Batch 4. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru sekaligus membuka kesempatan untuk membangun jaringan dengan sesama peternak.
"Saya sangat senang bisa mendapatkan ilmu baru tentang peternakan domba sekaligus memperluas jaringan dengan sesama peternak. Harapannya, Sekolah Ternak dapat kembali diadakan setiap tahun agar pengetahuan yang diperoleh semakin mutakhir dan jejaring peternak semakin luas," ujar Bayu.
Dompet Dhuafa Yogyakarta berharap kegiatan tersebut dapat membantu semakin banyak peternak dan calon peternak meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dalam mengelola usaha. Pengetahuan dan keterampilan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku peternakan menjalankan usaha secara lebih baik dan memperoleh hasil yang optimal.
Ke depan, Sekolah Ternak diharapkan terus dilaksanakan secara rutin sebagai ruang pembelajaran bagi masyarakat. Selain memperbarui pengetahuan mengenai peternakan, kegiatan tersebut juga diharapkan memperluas jejaring antarpelaku usaha sehingga manfaatnya dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Dompet Dhuafa merupakan lembaga filantropi Islam yang bergerak dalam pemberdayaan kaum dhuafa melalui pendekatan budaya, welas asih, dan wirausaha sosial. Selama lebih dari tiga dekade, Dompet Dhuafa menjalankan berbagai program pemberdayaan melalui bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial kebencanaan, dakwah dan budaya, serta tanggung jawab sosial perusahaan.
Dalam menjalankan kegiatannya, Dompet Dhuafa juga menerapkan tata kelola organisasi berdasarkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau GCG. Prinsip tersebut mencakup transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran, serta disesuaikan dengan regulasi dan kepatuhan syariah.
- Yogyakarta
- Bantul
- ekonomi daerah
- Dompet Dhuafa
- peternakan
- peternak lokal
- Sekolah Ternak
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Borong 6 Medali Sekaligus, Unhas Sabet Gelar Juara Umum KKMN ke-14
-
Review Google Pixel 11: Standar Baru Ponsel Flagship dengan Kamera 5x, AI Proaktif, dan Baterai 54 Jam - Penantang Serius Galaxy S26
-
Resmi Dibuka! Jalur Kelok 23 Bantul–Gunungkidul Uji Coba 7 Hari Mulai Hari Ini
-
Gunung Sinabung Siaga, Kementerian PU Cek Kesiapan Infrastruktur Pengendali Lahar
-
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Tuai Sorotan, Buruh Desak Kepentingannya Diakomodasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.