Chris John, Legenda Tinju Indonesia Bakal Main di Serial Animasi 'Dragon's Dojo'
Kamis, 13 Agu 2026, 10:00 WIBJAKARTA - Legenda tinju Indonesia, Chris John, digandeng Silver Media Group untuk mengembangkan seri animasi baru berjudul "Dragon's Dojo".Â
Menurut laporan Variety, Senin (10/8), perusahaan asal Singapura itu sudah meneken nota kesepahaman dengan Chris John untuk mengembangkan "Dragonâs Dojo", sebuah serial animasi vertikal yang dirancang khusus untuk perangkat seluler dan diangkat dari cerita rakyat Indonesia.
Kolaborasi dalam penggarapan proyek animasi yang menandai babak pertama ASERYA Asian Mythology Franchise itu mempertemukan Silver Media Group dengan Chris John, eksekutif televisi Harun Kurniawan, serta Koollab Studios.
"Dragonâs Dojo" akan menjadi pembuka ASERYA Universe, waralaba mitologi Asia yang saling terhubung serta mencakup animasi, komik, gim, dan produk suvenir.
"'Dragonâs Dojo' adalah awal dari perjalanan tersebut di Indonesia; proyek ini memadukan warisan sosok juara sejati seperti Chris John dengan kekuatan mitologi, aksi, dan penceritaan yang sarat akan nilai-nilai kehidupan," kata Chan Gin Kai, pendiri sekaligus CEO Silver Media Group.
Semesta cerita ASERYA memadukan tokoh dunia nyata dengan karakter utama berusia muda serta menghadirkan unsur cerita rakyat dan makhluk mitos dari berbagai penjuru benua Asia untuk memperkenalkan kisah-kisah Asia kepada audiens global.
Dalam "Dragonâs Dojo", Chris John hadir sebagai karakter animasi kepala instruktur sekaligus mentor di akademi bela diri Dragonâs Dojo, yang membina anak-anak muda yang menghadapi kesulitan hidup.
Chris John mengatakan bahwa seni bela diri bukan hanya mengajarkan cara bertarung, melainkan juga disiplin, rasa hormat, keberanian, serta cara menghadapi tantangan hidup.
"Sepanjang karier saya, tinju telah mengajarkan bahwa kemenangan terbesar tidak hanya diraih di atas ring, tetapi juga saat kita berhasil mengatasi tantangan yang kita hadapi sehari-hari," katanya.
Menurut dia, "Dragonâs Dojo" akan menghadirkan nilai-nilai tersebut dalam petualangan seru anak-anak muda yang menemukan kekuatan, tujuan hidup, dan keberanian untuk menapaki jalan mereka sembari menyelami kekayaan mitologi Indonesia.
Harun mengatakan bahwa "Dragonâs Dojo" menghadirkan kesempatan untuk mengemas kisah, legenda, dan warisan budaya Indonesia dalam format kontemporer dan memperkenalkannya kepada audiens di seluruh dunia.
"Kami menciptakan karya yang mencerminkan kebanggaan Indonesia sekaligus menjadi bagian dari semesta penceritaan Asia yang jauh lebih luas," katanya.
Serial animasi "Dragonâs Dojo" saat ini dalam tahap pengembangan. Perincian mengenai produksi dan jadwal peluncuran serial itu belum diumumkan.
Salah satu pendiri Koollab Studios, Oliver Guse, menyebut "Dragonâs Dojo" sebagai peluang menarik untuk memadukan visi kreatif dengan berbagai kemungkinan produksi baru serta membawa kekayaan budaya dan mitologi Indonesia ke hadapan audiens global.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Leonardo DiCaprio dan Jeff Bezos Kolaborasi Himpun Dana Pulihkan Spesies Terancam punah
-
Terlibat di Pentas Teater, Idgitaf Bikin 5 Lagu tentang Keluh Kesah Pekerja Gen Z
-
Kolaborasi Gemes Yura Yunita, Hetty Koes Endang dan Indahkus Bawakan Lagu Berbahasa Sunda "Bandung"
-
Katy Perry Marah, Gedung Putih Pakai Lagunya untuk Video Serangan Militer AS di TikTok
-
Dilelang, Sepatu Justin Bieber yang Dipakai di Show Final Piala Dunia 2026 Laku Rp475,9 Juta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.