• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Menengs dan Katabroto Doro...

Menengs dan Katabroto Dorong Banjar Jadi “Kota Afiliat”, Buka Peluang Baru bagi UMKM dan Masyarakat.

Senin, 21 Sep 2026, 17:34 WIB

Produk camilan lokal asal Kota Banjar, Makaroni Eneng (Menengs), memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi digital pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pemanfaatan affiliate marketing.

Bersama afiliator nasional Katabroto, Menengs menggelar Workshop Affiliate & Partnership yang diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di RM Selma, Kota Banjar, Minggu (26/7/2026), menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai pemasaran digital sekaligus membuka peluang penghasilan melalui ekosistem affiliate.

Ket. Foto: Menengs dan Katabroto mendorong Banjar menjadi “Kota Afiliat” untuk membuka peluang baru bagi UMKM dan masyarakat serta memperkuat ekonomi lokal. — Sumber: Istimewa

Sekitar 75 persen peserta workshop merupakan warga yang berdomisili di Kota Banjar. Sementara peserta lainnya datang dari sejumlah daerah, antara lain Jakarta, Bandung, Bekasi hingga Jawa Tengah.

Owner Menengs, Fatimah Azzahra, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan penjualan produk Menengs, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk.

«“Dari 150 peserta, sekitar 75 persennya merupakan warga yang berdomisili di Kota Banjar. Diharapkan melalui pelatihan affiliate ini, masyarakat semakin memahami pemasaran secara online dan pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan melalui komisi dari penjualan produk,” ujar Fatimah.»

20260921173242_Kota-Afiliat_5.jpg

Menurut Fatimah, kolaborasi antara Menengs, Katabroto, afiliator, HIPMI, serta pemerintah daerah diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak pemasaran produk-produk lokal Banjar ke pasar yang lebih luas.

Tidak hanya produk Menengs, ekosistem affiliate juga dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai produk UMKM khas Banjar kepada konsumen di luar daerah, bahkan membuka peluang untuk menjangkau pasar nasional.

“Gerakan ini menjadi bagian dari komitmen Menengs dalam mendorong transformasi ekonomi daerah menuju era digital yang berdaya saing. Di tengah tantangan ekonomi, pemasaran online bisa menjadi salah satu alternatif bagi pelaku UMKM untuk menjangkau konsumen di luar Kota Banjar,” katanya.

Dari Ritel, Bangkrut, hingga Menjadi Afiliator

Sementara itu, sosok yang menjadi mentor dalam kegiatan tersebut, Katabroto, atau Hendra Permana Putra, membawa pengalaman personal dalam membangun penghasilan melalui ekosistem digital.

Lahir dan besar di Lampung hingga menyelesaikan pendidikan SMP, Hendra kemudian melanjutkan SMA di Sukabumi sebelum merantau ke Jakarta untuk bekerja dan membangun keluarga. Kini, ia merupakan ayah dari tiga anak.

Perjalanan karier Hendra tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah bekerja di sektor ritel, kemudian mencoba membangun usaha sendiri hingga menghadapi kebangkrutan. Untuk tetap memenuhi kebutuhan keluarga, Hendra sempat bekerja sebagai pengemudi ojek online.

Perubahan terjadi setelah ia pindah ke Bogor dan mulai mengenal dunia content creator serta affiliate marketing.

Sekitar 11 bulan terakhir, Hendra menekuni dunia affiliate dan menjadikannya sebagai bagian penting dalam perjalanan ekonominya. Pengalaman tersebut kemudian mendorongnya untuk berbagi pengetahuan kepada masyarakat, khususnya mereka yang ingin mulai memanfaatkan teknologi digital untuk mendapatkan peluang pendapatan tambahan.

20260921173343_Kota-Afiliat_4.jpg

“Semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk maju, baik afiliator maupun seller. Yang terpenting adalah kemauan untuk belajar, memahami strategi dan mengikuti aturan dalam berjualan sebagai afiliator,” ujar Katabroto.

Menurutnya, affiliate marketing dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin memulai aktivitas pemasaran digital dengan hambatan modal yang relatif lebih rendah. Namun, keberhasilan tetap membutuhkan proses, konsistensi, kemampuan membuat konten, serta pemahaman terhadap mekanisme dan aturan platform.

“Berstatus pengangguran pun bukan berarti tidak memiliki peluang. Dengan memanfaatkan handphone dan platform digital, seseorang bisa belajar membuat konten, mempromosikan produk dan memperoleh komisi dari penjualan. Tetapi semuanya tetap membutuhkan proses dan kerja keras,” katanya.

Banjar Punya Potensi Besar

Kepala Bagian Perekonomian, Sumber Daya dan Pembangunan Setda Banjar, Neneng Widya Hastuti, mengapresiasi inisiatif Menengs yang menghadirkan edukasi affiliate kepada masyarakat.

Menurutnya, Kota Banjar memiliki potensi UMKM yang dapat dikembangkan melalui kanal pemasaran digital.

“Banjar memiliki banyak potensi UMKM yang layak dipasarkan melalui affiliate. Menengs mengadakan pelatihan dan menghadirkan afiliator serta mentor berpengalaman. Ini menjadi terobosan yang positif,” ujar Neneng.

Ia berharap semakin banyak masyarakat Kota Banjar yang memahami pemasaran digital sehingga produk UMKM lokal dapat memiliki akses pasar yang lebih luas.

Berdasarkan data pemerintah daerah yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, terdapat sekitar 27.000 UMKM di Kota Banjar.

“Dengan semakin banyak afiliator dan semakin banyak produk Banjar yang dipasarkan melalui affiliate, diharapkan memberikan multiplier effect. UMKM berkembang, aktivitas ekonomi masyarakat meningkat dan pada akhirnya dapat membuka lebih banyak peluang ekonomi,” katanya.

Menuju Ekosistem “Kota Afiliat”

Kolaborasi Menengs dan Katabroto menjadi salah satu langkah untuk membangun ekosistem affiliate di Kota Banjar. Konsep tersebut tidak hanya menempatkan affiliate sebagai strategi pemasaran produk, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi.

Melalui pelatihan, masyarakat diperkenalkan dengan pembuatan konten, pemasaran melalui media sosial, pemilihan produk, hingga strategi promosi secara digital.

Menengs berharap semakin banyak UMKM lokal yang dapat memanfaatkan ekosistem tersebut sehingga produk-produk khas Banjar tidak hanya dikenal di pasar lokal, tetapi mampu menjangkau konsumen di berbagai wilayah Indonesia.

Dengan dukungan pelaku usaha, afiliator, komunitas, HIPMI dan pemerintah daerah, gagasan menjadikan Banjar sebagai “Kota Afiliat” diharapkan dapat berkembang menjadi sebuah ekosistem ekonomi digital yang memberikan manfaat bagi UMKM sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat.

  • Kota Afiliat

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.