Sebanyak 15 Jalan Nasional Aceh Kembali Dibuka, Pemulihan Pascabencana Dikebut
Selasa, 29 Sep 2026, 18:30 WIBBANDA ACEH â Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh melaporkan bahwa 15 ruas jalan nasional di Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi akhir 2025 saat ini sudah kembali fungsional.
"Penanganan ruas jalan yang putus saat bencana di Aceh ini ada 15 ruas ya. Sudah fungsional dan sudah selesai, yang belum ditangani nol. Artinya sudah selesai semua," kata Kepala Seksi Preservasi BPJN Aceh, Muhammad Nasir, di Banda Aceh, Selasa (29/9).
Berdasarkan data update penanganan bencana oleh BPJN Aceh, dari 15 ruas jalan nasional tersebut, terdapat 376 titik bencana mulai dari jembatan putus, longsor dan banjir, dan semuanya juga telah ditangani.
"Titik bencana itu ada jembatan putus, longsor, dan banjir, dari total 15 ruas ini, ada 376 titik yang terdampak, dan sudah ditangani," ujar M Nasir.
Meski sudah dinyatakan fungsional, kata dia, tetapi penanganan ini belum selesai karena masih ada tahapan perbaikan menuju permanen.
Untuk jembatan di ruas jalan nasional, kata dia, terdapat 16 yang putus dihantam bencana lalu. Tetapi, pembangunan permanen yang sudah selesai dikerjakan hanya jembatan Krueng Tingkeum Kecamatan Kuta Blang Kabupaten Bireuen. Selebihnya masih dalam proses menuju permanen.
Adapun 16 jembatan putus tersebut yakni jembatan Krueng Meureudu, Krueng Tingkeum, Krueng Beutong, Teupin Mane, Alue Kulus, Wehni Enang-Enang, Krueng Rongka, Wehni Rongka, Timang Gajah, Wehni Lampahan dan Jamur Ujung.
"Untuk beberapa paket ini pembangunan jembatannya ini telah tahap pelaksanaan proses tender," ujarnya.
Kemudian, untuk pekerjaan jembatan di ruas jalan PameuâGenting Gerbang Kabupaten Aceh Tengah yakni jembatan Krueng Pelang, Simamora II juga dalam proses penanganan permanen.
Selanjutnya, jembatan Titi Merah yang merupakan jalur alternatif jalan daerah tersebut juga menuju tahap permanen,
"Jembatan-jembatan tersebut juga dalam proses penanganan permanen, dengan progres sejauh ini sudah di atas 30 persen," katanya.
Berikutnya, pada ruas batas Gayo Lues-Aceh Tenggara, terdapat dua jembatan putus pascabencana, yaitu jembatan Lawe Penanggalan dan Lawe Mengkudu 1.
"Disini tahap daruratnya menggunakan jembatan bailey, sudah fungsional untuk roda empat, dan juga menuju penanganan permanen," ujarnya.
M Nasir menambahkan, jika dilihat secara keseluruhan progres penanganan darurat oleh BPJN Aceh sudah mencapai 57 persen dari target yang direncanakan 51 persen.
"Untuk progres spesifik secara seluruhnya, itu telah mencapai 57 persen dari rencana 51 persen. Insya Allah sampai akhir tahun ini (selesai) secara renduk kita untuk penanganan longsoran, dan beberapa jembatan," demikian M Nasir.
- rehabilitasi aceh
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Dibanding Tahun Lalu, PTP Nonpetikemas Catat Kinerja Positif dengan Throughput Bulan Juli 2026 Naik 17,85%
-
Solusi Proteksi dengan Pencairan Dana Tahunan Hadir untuk Bantu Kebutuhan Keluarga
-
Inspektorat Bogor Fokus Audit Desa Jelang Pilkades Serentak 2027
-
Tom Holland Kembali Pulih, Projek Film Spider-Man: Brand New Day Siap Beraksi Lagi
-
Bus Terbakar di Tol Dalam Kota Kelapa Gading
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.