'Sirena: Air Mata dari Lautan', Drama Musikal Angkat Talenta Disabilitas Berkiprah Dalam Ekosistem Ekraf
Selasa, 29 Sep 2026, 20:17 WIBJAKARTA - Drama musikal fantasi original Indonesia bertajuk "Sirena: Air Mata dari Lautan" akan digelar di Balai Sarbini, Jakarta, pada 9 hingga 10 Oktober 2026 dengan melibatkan penyandang disabilitas sebagai pemain musik.
Istri Menteri Sosial, Fatma Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa keterlibatan penyandang disabilitas dalam pertunjukan seni dapat membuka akses yang lebih luas bagi kelompok rentan untuk terlibat dalam industri kreatif.
"Saya sangat mengapresiasi, saya sangat bangga, sangat terharu ketika saya mendengar ada sekitar 7 sampai 10 anak disabilitas pemain musik," kata Fatma dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.
Ia berharap kesempatan tersebut terus berkembang hingga penyandang disabilitas dapat berperan sebagai pemain musik maupun pemeran dalam berbagai karya seni.
"Kami bersama Dharma Wanita dari kementerian akan ikut memfasilitasi anak-anak kurang mampu, penyandang disabilitas, hingga anak berprestasi untuk bisa menonton pentas drama musikal ini," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Shine Era Entertainment, Mikhalouda mengatakan keterlibatan penyandang disabilitas sebagai pemain musik menjadi bagian dari pesan yang ingin disampaikan melalui Sirena, yakni pentingnya saling mendukung dalam menghadapi kekurangan satu sama lain.
"Yang ingin kita tekankan di dunia Sirena adalah saling back up apabila ada kekurangan satu sama lain," katanya.
Mikhalouda mengatakan persiapan pertunjukan tersebut berlangsung sekitar tiga bulan dengan 28 kali latihan. Salah satu tantangan produksi adalah Balai Sarbini yang bukan merupakan tempat khusus pertunjukan teater.
Kondisi tersebut, kata dia, diatasi dengan memanfaatkan teknologi multimedia untuk membangun suasana dunia bawah laut dan daratan yang menjadi latar cerita Sirena.
"Kalau properti itu susah, kita ambil multimedianya. Kita akan mengubah fantasi itu menjadi sangat menarik di sisi multimedianya," ujarnya.
Aktris Widi Mulia yang menjadi salah satu pemeran mengatakan, Sirena membawa pesan mengenai waktu, keluarga, harapan, serta pentingnya melepaskan dan mempercayai proses kehidupan.
Ia berharap pertunjukan tersebut dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman seni sekaligus mengembangkan imajinasi.
"Buka seluas-luasnya akses untuk mengenyam, untuk menyerap pendidikan dan bermimpi, berimajinasi," kata Widi.
Pertunjukan "Sirena: Air Mata dari Lautan" juga melibatkan Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Pusat, Dewan Kesenian Jakarta, dan PT MRT Jakarta (Perseroda).
Pertunjukan yang diproduksi Shine Era Entertainment tersebut akan digelar sebanyak empat kali selama dua hari dengan target 4.400 penonton, serta memadukan musik, drama, koreografi, tata artistik, dan teknologi multimedia.
Shine Era Entertainment berharap pertunjukan tersebut dapat berkontribusi terhadap perkembangan industri drama musikal Indonesia sekaligus membuka ruang bagi talenta muda dan penyandang disabilitas dalam ekosistem ekonomi kreatif. Ant
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Kabut Asap di Bukittinggi, Satlantas Bagikan Masker untuk Lindungi Wartawan.
-
Peluang Kerja Kaum Disabilitas Perlu Diperluas
-
Mematangkan Persiapan Menjadi Tuan Rumah MTQ Babel 2026
-
Pemkot Bandung Berupaya Hadirkan Infrastruktur yang Ramah Bagi Pesepeda hingga Disabilitas
-
BMKG Catat 13.156 Gempa Susulan Guncang NTT, Warga Diminta Tetap Waspada.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.