Transformasi Transmigrasi Dimulai dari SDM, Bukan Sekadar Infrastruktur
Jumat, 07 Agu 2026, 19:10 WIBJAKARTA â Transformasi kawasan transmigrasi tidak lagi sekadar berfokus pada pemerataan penduduk, tetapi diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berbasis potensi lokal.
Melalui penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, dan UMKM, kawasan transmigrasi diharapkan mampu menciptakan nilai tambah dan menarik investasi.
Keberhasilan transformasi ini akan mempersempit kesenjangan antarwilayah sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah melalui pembangunan yang lebih produktif, berkelanjutan, dan terintegrasi dengan rantai pasok nasional.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas) Rachmat Pambudy menyatakan penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi transformasi kawasan transmigrasi sekaligus upaya mempercepat pemerataan pembangunan di Indonesia.
âPembangunan yang berpusat pada manusia (people-centered development) menjadi landasan untuk menyiapkan generasi yang mampu membawa perubahan bagi masyarakat dan daerah. Ini adalah konsep no one left behind, people-centered development: pembangunan untuk semua. Pembangunan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Itu yang dijalankan oleh Presiden Prabowo Subianto beserta kabinetnya,â ucapnya dalam keterangan resmi Bappenas di Jakarta, Jumat (7/8).
Kepala Bappenas turut menerangkan bahwa paradigma transmigrasi telah mengalami perubahan mendasar.
âJika sebelumnya lebih berorientasi pada perpindahan penduduk, transmigrasi kini diarahkan sebagai instrumen pembangunan kawasan yang mampu mendorong pemerataan ekonomi, menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,â ungkap dia saat acara Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026.
Selain itu, Rachmat Pambudy juga menekankan pentingnya transformasi sektor pertanian melalui hilirisasi, inovasi, dan penguatan riset untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah.
Potensi pertanian Indonesia, termasuk kopi dari Papua, dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan yang berdaya saing global melalui dukungan riset dan pengembangan.
Sejalan dengan arah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025â2029, Ekspedisi Patriot disebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengembangan talenta, riset, dan pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung transformasi kawasan transmigrasi.
âMelalui program ini, pemerintah berharap lahir sumber daya manusia yang mampu mengembangkan potensi daerah, memperkuat pembangunan kawasan, serta mendukung terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,â kata Rachmat.
Menurut dia, kepemimpinan tak hanya diukur dari kemampuan memimpin diri sendiri, tetapi juga dari komitmen untuk menggerakkan perubahan dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
Lebih lanjut, Menteri PPN mengajak peserta Ekspedisi Patriot mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
- Sumber Daya Manusia (SDM)
- Bappenas
- Kawasan Transmigrasi
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Ketidakpastian Membuat Dunia Usaha Sulit Lakukan Ekspansi
-
Plaza Seremoni Raih Penghargaan Dunia
-
Prancis Konfirmasi Kasus Ebola Pertama, Dokter yang Pernah Bekerja di Kongo
-
Keamanan, Keselamatan dan Pelayanan Prioritas Utama InJourney Airports
-
Gol Injury Time Gabriel Martinelli Antar Brasil Singkirkan Jepang dan Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.