Skuad Garuda Hadapi Laga Harus Menang

Jumat, 07 Agu 2026, 06:58 WIB

JAKARTA - Tidak ada lagi ruang untuk berhitung bagi Timnas Indonesia. Laga terakhir Grup A Asean Hyundai Cup (Piala AFF) 2026 melawan Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8), menjadi pertaruhan hidup-mati bagi Skuad Garuda. Tiga poin adalah harga mati untuk menjaga harapan melangkah ke semifinal.

Kemenangan hanya akan datang jika Indonesia mampu memperbaiki kelemahan yang menjadi penyebab kekalahan telak dari Vietnam. Pertandingan ini bukan semata adu kualitas pemain, melainkan pertarungan strategi, disiplin, dan kematangan mengelola tekanan.

Ket. Foto: Pesepak bola Timnas Indonesia mengikuti sesi latihan di Stadion Madya, Komplek Olahraga Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (26/7). — Sumber: ANTARA/Muhammad Iqbal

Kekalahan 0-3 dari Vietnam membuat Indonesia turun ke peringkat ketiga klasemen dengan enam poin. Vietnam dan Singapura sama-sama mengoleksi tujuh poin sehingga Skuad Garuda tidak memiliki pilihan selain menaklukkan tuan rumah. Hasil imbang ataupun kekalahan akan mengakhiri perjalanan Indonesia sekaligus memperpanjang penantian gelar Asean yang telah berlangsung selama 14 tahun.

Di atas kertas, Indonesia memang memiliki kualitas individu yang lebih baik. Namun, Jalan Besar bukan arena yang ramah bagi Skuad Garuda. Sejak 2002, Indonesia hanya sekali menang dalam delapan kunjungan ke markas Singapura. Empat pertandingan dimenangkan The Lions,tiga lainnya berakhir imbang. Satu-satunya kemenangan Indonesia terjadi pada laga semifinal Piala AFF 2020 dengan skor 4-2 setelah perpanjangan waktu.

Performa Singapura di fase grup memang tidak terlalu mencolok. Mereka hanya menang tipis atas Kamboja dan Timor Leste. Namun, penampilan paling impresif justru hadir ketika berhasil menahan juara bertahan Vietnam tanpa gol di Hanoi. Dalam pertandingan tersebut Singapura hanya menguasai bola 46 persen, tetapi mampu membangun pertahanan yang sangat rapat.

Lima blok tembakan dan tiga penyelamatan penting Izwan Mahbud menjadi bukti kualitas organisasi bertahan mereka. Dari enam percobaan, dua di antaranya tepat mengarah ke gawang Vietnam. Ancaman terbesar Singapura datang melalui transisi cepat. Umpan silang menuju Ilhan Fandi menjadi senjata utama karena penyerang bertubuh jangkung itu sangat kuat dalam duel udara, baik saat bola mati maupun permainan terbuka.

Persoalan tersebut terlihat jelas saat Skuad Garuda takluk dari Vietnam. Tiga gol lawan lahir karena buruknya organisasi lini belakang yang terlalu mudah ditembus. Bahkan, Vietnam sebenarnya memiliki sejumlah peluang lain yang dapat membuat kekalahan Indonesia lebih telak. Alarm itu menjadi pekerjaan rumah terbesar yang harus segera diselesaikan John Herdman.

Pengamat sepak bola nasional Aris Budi Sulistyo menilai lini belakang merupakan titik paling krusial yang wajib dibenahi sebelum menghadapi Singapura. Menurut mantan pelatih Persik Kediri itu, peluang Indonesia menuju semifinal masih terbuka lebar selama para pemain mampu belajar dari kekalahan atas Vietnam.

“Masih ada peluang di Singapura. Harapannya pemain Indonesia jangan sampai jemawa. Tim kepelatihan juga wajib mengamati siapa pemain yang benar-benar paling siap diturunkan,” ujar Aris. Dia menegaskan tidak ada yang mustahil dalam sepak bola. “Timnas Indonesia masih bisa menang di markas Singapura,” katanya.

Evaluasi serupa juga disampaikan Herdman. Pelatih asal Inggris itu mengakui tim asuhannya terlalu mudah memberikan gol kepada Vietnam sehingga lawan leluasa memainkan strategi serangan balik. Meski demikian, dia memastikan Indonesia tidak akan meninggalkan identitas permainan menyerang.

Menurut Herdman, keberanian menekan lawan sejak awal dan membangun serangan dari lini belakang merupakan fondasi permainan yang sedang dibangun. Namun, ia menekankan agresivitas harus diimbangi manajemen pertandingan yang lebih baik, terutama dalam 15 menit awal dan saat melakukan transisi bertahan.

Kemungkinan besar Herdman tetap mempertahankan formasi 3-4-3. Thom Haye akan menjadi pengatur tempo permainan bersama Ivar Jenner, sementara Rizky Ridho memimpin lini belakang didampingi Sandy Walsh dan Shayne Pattynama. Di lini depan, Mitchell Baker diproyeksikan menjadi ujung tombak dengan dukungan Ragnar Oratmangoen dan Beckham Putra untuk membongkar pertahanan rapat Singapura. ben/G-1

Perkiraan Formasi

Singapura 3-5-2

Izwan Mahbud

Ryhan Stewart, Harhys Stewart, Lionel Tan

Kyoga Nakamura, Song Ui-young, Shah Shahiran, Hariss Harun , Jacob Mahler

Glenn Kweh , Shawal Anuar

Indonesia 3-4-3

Nadeo Argawinata

Sandy Walsh, Rizky Ridho, Shayne Pattynama

Eliano Reijnders, Ivar Jenner, Thom Haye, Dony Tri Pamungkas

Beckham Putra, Mitchell Baker, Ragnar Oratmangoen

  • Jadwal Timnas Indonesia

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.