Mendadak 4 Anggota OPM Puncak Jaya Serahkan Senjata, Ternyata karena Alasan Ini
Minggu, 27 Sep 2026, 00:19 WIBTIMIKA - Empat anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah memilih meninggalkan jalan kekerasan dan kembali menjalani kehidupan penuh kedamaian bersama masyarakat.
Komitmen itu ditandai dengan dengan penyerahan empat pucuk senjata api kepada Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema Brigjen TNI Riyanto dalam upacara reintegrasi nasional di halaman Makodim 1714/Puncak Jaya.
Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto dalam keterangannya yang diterima di Timika, Sabtu , menyampaikan penghargaan atas keberanian empat orang anggota OPM yang mengambil keputusan untuk kembali bersama masyarakat.
âKeberanian bukan hanya ketika seseorang mampu mengangkat senjata, tetapi juga ketika berani meletakkannya dan memilih kehidupan yang lebih baik. Hari ini bukan tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Hari ini adalah tentang memilih masa depan,â ujarnya.
Ia mengatakan penyerahan senjata itu bukanlah akhir dari proses. Tahapan yang lebih penting justru dimulai setelah mereka kembali, yaitu bagaimana keluarga dan masyarakat menerima, pemerintah memberikan pendampingan, serta seluruh pihak membantu mereka menjalani kehidupan secara normal dan bermartabat.
âSenjata yang diserahkan hari ini menjadi tanda bahwa satu jalan lama telah ditinggalkan. Setelah ini mari kembali kepada keluarga, membangun kampung, berkebun, bekerja, beribadah, dan bersama-sama menjaga masa depan anak-anak Papua. Jalan damai selalu terbuka bagi saudara-saudara kita yang ingin kembali,â tegas Pangkoops.
Ia menegaskan bahwa reintegrasi membutuhkan kerja bersama pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat keamanan, dan terutama keluarga. Keamanan yang tercipta harus dilanjutkan dengan kehidupan sosial yang kembali normal, pelayanan masyarakat yang berjalan, serta tumbuhnya kepercayaan di tengah masyarakat.
Penyerahan empat pucuk senjata kepada Pangkoops TNI Habema bukan sekadar penyerahan materiil. Yang lebih penting adalah keputusan empat orang untuk meninggalkan kekerasan dan membuka lembaran kehidupan baru bersama keluarga dan masyarakat.
Keempatnya orang tersebut adalah Bongkar Tabuni dan Lipar Tabuni dari OPM Kodap X/Tolikara serta Bejo Tabuni dan Kopitua Tabuni dari OPM Kodap XXVIII/Yambi. Kopitua Tabuni diketahui menjabat sebagai Koordinator Lapangan (Danops Wil) OPM Kodap XXVIII/Yambi.
Dalam prosesi yang berlangsung khidmat, keempatnya menyatakan komitmen untuk kembali hidup bersama masyarakat melalui pembacaan ikrar dan penciuman Bendera Merah Putih. Selanjutnya dilaksanakan penyerahan empat pucuk senjata api kepada Pangkoops TNI Habema sebagai bagian dari proses reintegrasi dan komitmen meninggalkan kekerasan.
Senjata yang diserahkan terdiri dari satu pucuk AR-15 kaliber 5,56 mm, satu pistol revolver kaliber 9 mm, satu pistol Trailside Sig Arms kaliber .22 LR yang diserahkan Bejo Tabuni, serta satu pistol Combat kaliber 9 mm yang diserahkan Lipar Tabuni. Seluruh senjata selanjutnya diamankan dan ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat keamanan, serta berbagai pihak yang mendukung proses reintegrasi.
- Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)
- organisasi papua merdeka
- senjata api
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Gili Trawangan Ditinggalkan Ratusan Wisatawan Dampak Krisis Pasokan Air Bersih
-
Demian Aditya Jadi Eksekutif Produser Film Memburu Pemangsa, Angkat Kisah Berdasarkan Kasus Nyata
-
Antheia Merdeka Festival Hadirkan Aktivitas Edukatif untuk Anak di Kepulauan Seribu
-
Dalam 6 Jam, Semeru Erupsi Sampai 8 Kali, Ketinggian Abu Mencapai 1,2 Kilometer
-
Darurat Pascagempa, Kemendikdasmen Gerak Cepat Salurkan 50 Tenda untuk Sekolah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.