Rekor Dunia Pecah! Rahmat Sempurnakan Perjuangan Indonesia dengan Medali Emas di Asian Games 2026

Minggu, 27 Sep 2026, 00:20 WIB

JAKARTA - Medali emas disertai pecahnya rekor dunia dari lifter Rahmat Erwin Abdullah menjadi sorotan utama perjuangan kontingen Indonesia dalam Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Jepang, Sabtu.

Rahmat yang turun pada kelas 75kg putra tampil gemilang di Nagoya City Trade and Industry Center dengan membukukan total angkatan 366kg, hasil dari snatch 160kg serta clean and jerk 206kg.

Ket. Foto: Lifter putra Indonesia Rahmat Erwin Abdullah berpose dengan medali emas yang diraihnya pada angkat besi kelas 75 kilogram Asian Games 2026 di Nagoya City Trade and Industry Center, Nagoya, Aichi, Jepang, Sabtu (26/9). — Sumber: Antara foto

Catatan tersebut tidak hanya mengantarkan Rahmat mempertahankan medali emas Asian Games, tetapi juga memecahkan rekor dunia untuk total angkatan dan clean and jerk kelas 75kg.

Tambahan tersebut menjadi emas kedua Indonesia dalam Asian Games 2026 setelah sebelumnya cabang bulu tangkis beregu putra membuka keran emas Merah Putih pada Kamis (24/9).

Hingga Sabtu pukul 21.00 WIB, Indonesia pun kini mengoleksi dua emas, empat perak, dan 17 perunggu setelah memasuki hari kedelapan penyelenggaraan pesta olahraga terbesar Asia tersebut. Hasil tersebut menempatkan Merah Putih di posisi ke-14 dalam daftar perolehan medali sementara.

Di luar keberhasilan Rahmat, sejumlah atlet Indonesia juga melanjutkan persaingan pada berbagai cabang.

Dari panahan, Nurisa Dian Ashrifah menjadi pemanah compound putri Indonesia dengan posisi terbaik pada babak kualifikasi setelah menempati peringkat kedelapan dengan 701 poin. Nurisa bersama Yurike Nina Bonita Pereira memastikan tempat pada babak eliminasi.

Pada recurve putra, Ahmad Khoirul Baasith dan Riau Ega Agata Salsabilla juga melanjutkan langkah ke fase eliminasi, sementara tim beregu putra yang diperkuat Baasith, Riau Ega, dan Alviyanto Bagas Prastyadi menempati peringkat kelima kualifikasi dengan 2.019 poin dan akan menghadapi Uzbekistan pada babak 16 besar.

Cabang esports juga menjaga asa melalui tim Pokemon Unite. Deni Ardiyanto dan kawan-kawan menaklukkan Singapura 2-1 pada pertandingan Grup B untuk memastikan satu tempat di babak perempat final.

Sementara itu, cabang kano sprint belum mampu menambah koleksi medali Indonesia.

Ramla Baharuddin menyelesaikan final kayak tunggal 500 meter putri di posisi keenam dengan catatan waktu dua menit 8,808 detik. Pasangan Sofiyanto/Herlin Aprilin Lali finis kelima pada kano ganda campuran 500 meter dengan waktu satu menit 55,731 detik.

Subhi/Stevani Maysche Ibo juga harus puas menempati posisi ketujuh nomor kayak ganda campuran 500 meter setelah mencatat waktu satu menit 46,871 detik.

Dari atletik, Robi Syianturi finis keenam putra dalam dua jam 13 menit 12 detik pada nomor maraton putra.

Odekta Elvina Naibaho berada di urutan kesembilan maraton putri dengan catatan dua jam 35 menit 24 detik.

Hasil berbeda diperoleh dari bulu tangkis. Indonesia kehilangan satu-satunya wakil tunggal putri setelah Putri Kusuma Wardani disingkirkan pemain India Unnati Hooda dua gim langsung 19-21, 13-21 pada babak 16 besar.

Di cabang menembak, tim senapan 50 meter tiga posisi putri yang diperkuat Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba, Audrey Zahra Dhiyaanisa, dan Citra Dewi Resti mengakhiri persaingan di peringkat kedelapan.

Indonesia mengumpulkan total 1.744 poin dengan 61 tembakan X, sedangkan China merebut emas dengan 1.773 poin.

Harapan menembus final juga belum terwujud dari BMX freestyle. Gilang Febriyansah menempati posisi kesembilan kualifikasi men's park dengan rata-rata 32,50 poin dari dua run sehingga terpaut satu posisi dari batas delapan besar yang berhak maju ke final.

Pada hoki lapangan putra, Indonesia harus mengakui keunggulan Bangladesh 1-3 pada pertandingan Pool A.

Indonesia sebenarnya memimpin lebih dulu melalui gol Fathur Mochamad pada menit keenam, tetapi Bangladesh membalas tiga gol melalui Amirul Islam pada menit ke-11 dan 31 serta Rasel Mahmud Jimmy.

Hasil tersebut membuat Indonesia belum meraih kemenangan dalam empat pertandingan dan masih menyisakan laga terakhir fase grup melawan Sri Lanka pada Senin (28/9).

Di tengah beragam hasil tersebut, emas Rahmat menjadi penutup manis perjuangan Indonesia pada Sabtu sekaligus mengangkat koleksi Merah Putih menjadi dua emas dalam perburuan memenuhi target empat emas pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.