300 Orang Bikin 300 Kg Terasi Pakai 100 Lesung, Bangka Selatan Raih Rekor Dunia
Minggu, 27 Sep 2026, 02:02 WIBToboali, Babel - Pembuatan 300 kilogram terasi atau belacan habang oleh 300 peserta menggunakan 100 lesung di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, meraih rekor dunia.
Wakil Bupati Bangka Selatan Debby Vita Dewi di Toboali, Sabtu (26/9), mengatakan pencatatan rekor tersebut menjadi momentum untuk mengangkat terasi sebagai produk unggulan daerah agar mampu menembus pasar global.
"Ke depan kita tidak hanya membuat terasi untuk rekor MURI, tetapi harus ada potensi lain yang bisa dikembangkan menjadi ikon produk Bangka Selatan," ujarnya.
Menurut Debby, terasi dipilih karena telah ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda serta dikenal luas masyarakat Bangka Belitung dengan sebutan belacan habang.
Ia mengatakan seluruh pelaku usaha terasi di Bangka Selatan dilibatkan dalam kegiatan tersebut agar pencatatan rekor turut memberikan manfaat ekonomi bagi para pengrajin.
Debby mengatakan 300 kilogram terasi yang dihasilkan dalam kegiatan tersebut langsung dibeli oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk dipasarkan pada tingkat nasional hingga internasional.
"Produk yang kita buat ini langsung dibeli tunai oleh HIPMI. Tinggal bagaimana kita memperkuat pengemasan dan pemasaran selanjutnya," katanya.
Kepala OJK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Eko Wijaya mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari edukasi inklusi keuangan bagi pelaku UMKM, khususnya pengrajin terasi.
OJK bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan mendorong pelaku usaha mengenal akses pembiayaan dan peralatan produksi untuk mendukung pengembangan usaha.
Perwakilan MURI Luthfi mengatakan rekor tersebut ditetapkan setelah pihaknya melakukan verifikasi terhadap proses pembuatan terasi secara bersama-sama menggunakan 100 lesung.
"MURI resmi mengukuhkan kegiatan ini sebagai rekor pembuatan terasi belacan habang oleh peserta terbanyak di dunia," katanya.
Ia mengatakan kegiatan tersebut menjadi sejarah baru karena MURI meyakini belum ada pembuatan terasi dengan jumlah peserta sebanyak itu di belahan dunia lainnya.
"Produk yang kita buat ini langsung dibeli tunai oleh HIPMI. Tinggal bagaimana kita memperkuat pengemasan dan pemasaran selanjutnya," katanya.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.