Risiko Kredit Macet Pinjol Meningkat, OJK Diminta Bertindak

Jumat, 07 Agu 2026, 00:00 WIB

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus segera menyiapkan langkah mitigasi terhadap meningkatnya risiko kredit macet atau 90 Days Past Due (TWP90) pada industri pinjaman daring (pindar) atau pinjaman online (pinjol), melalui pengawasan yang lebih ketat, penerapan manajemen risiko yang disiplin, peningkatan kualitas penilaian kredit, serta penguatan perlindungan konsumen. Upaya tersebut penting untuk menjaga kesehatan industri pinjaman daring, mempertahankan kepercayaan masyarakat, dan mencegah risiko kredit menyebar ke sistem keuangan yang lebih luas.

Data OJK yang menunjukkan, secara agregat tingkat TWP90 industri pindar hingga Mei 2026 masih berada di atas ambang batas 4 persen. Menurut catatan OJK, terdapat 18 penyelenggara pinjaman daring yang memiliki tingkat TWP90 di atas 5 persen.

Ket. Foto: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) — Sumber: antara

Meningkatnya risiko kredit macetpada industri pinjaman daring menjadi sinyal bahwa kualitas pembiayaan perlu mendapat perhatian lebih serius. Kondisi ini dapat mencerminkan melemahnya kemampuan bayar sebagian debitur sekaligus meningkatnya risiko bagi penyelenggara fintech lending apabila tidak diantisipasi sejak dini.

“Kondisi tersebut menjadi sinyal perlunya penguatan tata kelola dan manajemen risiko agar risiko kredit macet tidak semakin membesar dan mengganggu stabilitas industri pembiayaan digital serta perlindungan konsumen,” ujar Konsultan dan Perencana Keuangan Elvi Diana di Jakarta, Kamis (6/8).

Dirinya mendesak OJK perlu memastikan seluruh penyelenggara menerapkan prinsip kehati-hatian (prudential principle) secara konsisten dalam setiap proses penyaluran pembiayaan. Dia juga menekankan pentingnya memperkuat sistem manajemen risiko agar penyelenggara mampu mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan potensi gagal bayar sejak dini.

“Penyelenggara tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan penyaluran pinjaman, tetapi juga harus menjaga kualitas portofolio pembiayaan,” katanya.

Selain itu, Elvi mendorong peningkatan kualitas sistem credit scoring melalui pemanfaatan data yang lebih komprehensif dan akurat serta evaluasi model secara berkala agar mampu mengikuti perubahan profil risiko masyarakat. Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan kualitas penilaian kelayakan peminjam, menekan potensi gagal bayar, dan menjaga keberlanjutan industri.

Elvi menegaskan bahwa keberhasilan industri pinjaman daring tidak hanya diukur dari besarnya penyaluran pinjaman, tetapi juga dari kemampuan menjaga kualitas aset dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, OJK diharapkan memperkuat pengawasan terhadap penyelenggara dengan tingkat TWP90 tinggi serta mendorong perbaikan tata kelola agar industri pinjaman daring tetap tumbuh sehat, berkelanjutan, dan memberikan manfaat tanpa mengabaikan perlindungan konsumen.

Perkuat Pengelolaan

Pada kesempatan lain, OJK meminta industri pinjaman daring (pindar) memperkuat tata kelola dan manajemen risiko guna menjaga kepercayaan masyarakat, karena kepercayaan publik terhadap industri pindar kerap tergerus dampak maraknya perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal dan penyalahgunaan data pribadi.

"Pindar kita anggap sebagai bagian dari solusi untuk masyarakat, bukan masalahnya. Masalahnya memang kasus-kasus pinjaman online ilegal dan penyalahgunaan data pribadi yang tidak bertanggung jawab," ujar Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Adief Razali.

  • pinjol

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Alonso Sambut Haru Kembalinya Mudryk, Chelsea Takluk 0-1 dari Juventus di Hong Kong

Apresiasi Nasabah Setia, BRI RO 7 Jakarta 2 Serahkan Hadiah Umrah Program BRImo 2026

Review 'One Night Only': Romansa Komedi Seks Tanpa Adegan Seks, Menawan Tapi Gagal Satukan Cinta dan Distopia

Heboh Rumor The Batman Part II & Part III Syuting Back-to-Back, Ini Fakta di Balik Rumornya

Rybakina, Pegula, dan Gauff Melaju ke Babak Ketiga WTA Toronto

Kejar Rafale F5 Berkemampuan Rudal Hipersonik Nuklir dan Drone Tempur Masa Depan, Prancis akan Hadapi Kekurangan Jet Tempur hingga 2033

Pertandingan Pramusim: Arteta Puas Meski Arsenal Dipermalukan Betis

Russia Sebut Pasukan Polandia Ikut Bertempur di Garis Depan Ukraina, Dugaan Keterlibatan NATO Menguat

Ukraina Sebut Ada 16.000 Relawan Asing dari 72 Negara di Garis Depan Perang, Amerika Latin Terbesar

Pertandingan Pramusim: Nkunku Selamatkan AC Milan dari Kekalahan, Derby Milan di Perth Berakhir Imbang

Infantino Dapat Dukungan Penuh FIFA, Minta Maaf atas Kontroversi Rencana Privatisasi Piala Dunia

Tiongkok Uji Penetrasi Ketinggian Rendah Helikopter Serang Z-10 untuk Terobos Pertahanan Musuh, Skenario Invasi Taiwan?

Panglima Garda Revolusi Iran Bersumpah Akan Terus Mengembangkan Senjata Nuklir Selama AS dan Israel Masih Memilikinya

Bursa Pilgub Jatim, Pakar Politik Unair Ungkap Lia Istifhama Punya Kelebihan Gaet Gen Z

Dampak dan Mitigasi Penguatan El Nino

Krisis Air Mengintai, Kementerian PU Intervensi 492 Lokasi)

Ekonomi Tumbuh, Jurang Ketimpangan Menganga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.