Kesenian Islam Ditampilkan secara Penuh dalam Festival Anam di Bengkulu

Jumat, 07 Agu 2026, 14:56 WIB

BENGKULU – Untuk melestarikan kesenian Islam tradisional sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat luas akan digelar Festival Sarafal Anam tanggal 28-29 Agustus oleh Pemerintah Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu.

Festival Sarafal Anam tersebut mengusung tema Harmoni Tradisi dan Inovasi yang didukung oleh bantuan pemerintah melalui Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII Bengkulu.

Ket. Foto: memelihara kesenian — Sumber: ist

"Kesenian Sarafal Anam bukan sekadar ketukan rebana dan lantunan puji-pujian, melainkan identitas kultural yang merekatkan kebersamaan masyarakat Kota Bengkulu. Melalui tema Harmoni Tradisi dan Inovasi, kami ingin menularkan semangat pelestarian ini kepada anak-anak muda agar mereka bangga dengan akar budayanya sendiri," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu Nina Nurdin di Bengkulu, Jumat.

Dia berharap pelaksanaan Festival Sarafal Anam itu menjadi salah satu wadah dalam menjaga keberlangsungan kesenian yang telah lama berkembang dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Bengkulu.

Untuk itu, penyelenggaraan Festival Syarafal Anam tahun ini dirancang dengan memadukan keaslian tradisi dan sentuhan inovasi agar lebih dekat dengan generasi muda tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Lanjut Nina, festival tersebut tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, dengan menyediakan berbagai rangkaian kegiatan untuk memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai sejarah, nilai, dan perkembangan kesenian Sarafal Anam.

"Seperti kajian workshop yang membahas sejarah, nilai filosofis, dan masa depan Sarafal Anam. Harmoni Syarafal Anam akan menjadi pertunjukan utama yang menampilkan perpaduan ketukan rebana besar dengan lantunan syair khas. Pengunjung juga dapat menyaksikan pameran tradisi yang menghadirkan artefak budaya, pakaian adat, dan dokumentasi sejarah kesenian daerah," terang dia.

Selain itu, pada Festival Sarafal Anam juga akan menampilkan Prosesi Adang Gala dan Prosesi Napa, dua tradisi tersebut yang menggambarkan penyambutan serta penghormatan dalam budaya masyarakat.

Untuk itu, Nina mengajak seluruh masyarakat, budayawan, akademisi, hingga wisatawan untuk hadir menyaksikan dan memeriahkan Festival Sarafal Anam tersebut.

Dia berharap dengan adanya kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan sektor pariwisata serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat lokal.

  • sarafal anam

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.