Danantara Siapkan IPO Raksasa BUMN, Pupuk hingga Pelindo Masuk Daftar

Rabu, 05 Agu 2026, 21:50 WIB

JAKARTA – Rencana pemerintah membuka peluang lebih banyak perusahaan BUMN melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) di pasar modal domestik dapat menjadi katalis positif bagi pendalaman pasar keuangan sekaligus memperluas sumber pendanaan korporasi.

Melalui IPO, BUMN tidak hanya memperoleh akses terhadap modal jangka panjang, tetapi juga dituntut meningkatkan transparansi, tata kelola, dan efisiensi operasional sebagai perusahaan publik.

Ket. Foto: Ilustrasi - Wisma Danantara Indonesia. — Sumber: Istimewa.

Meski demikian, keberhasilan langkah ini akan bergantung pada kesiapan fundamental masing-masing BUMN, valuasi yang menarik, serta kondisi pasar yang kondusif agar aksi korporasi tersebut mampu menarik minat investor dan memberikan nilai tambah bagi negara maupun publik.

Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), Dony Oskaria mengatakan terdapat banyak perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang layak didorong untuk melangsungkan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Ia mengatakan, perusahaan maupun holding BUMN seperti PT Pegadaian, PT Pupuk Indonesia, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), hingga PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memiliki potensi yang besar apabila dihantarkan untuk menggelar IPO di pasar modal Indonesia.

"Banyak perusahaan-perusahaan kita (BUMN) yang bagus, masih ada Pegadaian, ada Pupuk Indonesia, dan banyak, ada Pelindo, ada Angkasa Pura, dan banyak sekali perusahaan-perusahaan yang memang itu secara market cap bagus untuk kita IPO-kan,” ujar Dony kepada awak media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8).

Dony menjelaskan, rencana langkah IPO perusahaan-perusahaan BUMN tersebut telah masuk dalam peta jalan atau roadmap transformasi BUMN untuk lima tahun ke depan.

“Jadi mana akan kita strategic partnership, mana akan kita IPO, mana kita tetap tertutup, nanti kita diskusikan juga dengan Kementerian Keuangan, arahannya tentu sebagai milik negara ya. Kemudian yang terakhir nanti baru kita menjadikan itu potential target yang lebih tinggi lagi,” ujar Dony.

Ia menjelaskan, roadmap transformasi BUMN akan mencakup pengembangan visi-misi, konsolidasi dan restrukturisasi BUMN pada tahun pertama, dan people development dan corporate culture pada tahun kedua.

Kemudian, pengembangan inovasi teknologi dan Artificial Intelligence (AI) pada tahun ketiga, dan value creation pada tahun ke empat, serta target pertumbuhan laba pada tahun kelima.

Dony mengatakan langkah IPO perusahaan-perusahaan BUMN akan menjadi salah satu upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, lanjutnya, langkah tersebut juga akan mendorong pendalaman pasar modal Indonesia, mengingat semakin bertambahnya perusahaan yang terdaftar di BEI.

“Untuk pertumbuhan ekonomi nanti kan IPO akan banyak. Supaya, di dalam capital market kita juga semakin banyak perusahaan dan banyak perusahaan-perusahaan kita yang bagus yang akan segera IPO,” ujar Dony.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.