Michelle Bachelet Batalkan Pencalonan sebagai Sekjen PBB

Senin, 21 Sep 2026, 02:10 WIB

SANTIAGO – Mantan Presiden Cile, Michelle Bachelet, pada Sabtu (19/9) menarik pencalonannya untuk posisi sekretaris jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), beberapa pekan setelah jajak pendapat menyatakan dirinya berada di posisi kedua dari bawah di antara delapan kandidat.

"Hari ini saya mengumumkan bahwa saya telah memutuskan untuk tidak melanjutkan pencalonan saya untuk posisi sekretaris jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata Bachelet dalam sebuah video yang diunggah di akun media sosialnya.

Ket. Foto: Michelle Bachelet — Sumber: AFP/FABRICE COFFRINI

"Sebagian orang mungkin percaya bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk pencalonan seperti yang ingin saya wakili. Saya tidak menyesal telah menerima tantangan besar ini," imbuh dia.

Bachelet menekankan bahwa dengan mencalonkan diri untuk jabatan tertinggi di PBB, ia telah membantu memicu perdebatan bahwa sekretaris jenderal berikutnya haruslah seorang perempuan dari Amerika Latin.

Pemerintah Cile menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah menarik dukungannya untuk pencalonan Bachelet pada Maret lalu. Sejak saat itu, mereka tidak mendukung kandidat mana pun yang ikut serta dalam pemilihan tersebut.

Pemerintah Cile juga menegaskan kembali komitmennya terhadap multilateralisme dan reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sejauh ini dalam tiga jajak pendapat sebagai bagian dari proses informal untuk memilih kepala PBB berikutnya, negara anggota Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 negara telah dua kali menempatkan mantan Wakil Presiden Kosta Rika, Rebeca Grynspan, di posisi terdepan. Mantan Menteri Luar Negeri Guyana, Carolyn Rodrigues-Birkett, menempati posisi pertama dalam jajak pendapat ketiga.

Bachelet awalnya dinominasikan pada Februari lalu oleh pemerintahan presiden Cile saat itu, Gabriel Boric, dan didukung oleh para pemimpin sayap kiri Meksiko dan Brasil. Namun, pencalonan politisi sayap kiri berusia 74 tahun itu kehilangan momentum setelah pemimpin baru Cile, presiden sayap kanan Jose Antonio Kast, menarik dukungannya.

Sejauh ini belum pernah ada perempuan yang memimpin PBB sepanjang sejarahnya selama 80 tahun, dan hanya satu orang Amerika Latin yang pernah menjabat sebagai Sekjen PBB yaitu Javier Perez de Cuellar dari Peru, yang memimpin dari 1982 hingga 1991.

Pengunduran diri Bachelet menyisakan empat perempuan dan tiga laki-laki dalam persaingan untuk menggantikan kepala PBB saat ini, Antonio Guterres, 77 tahun, yang akan menyelesaikan masa jabatan lima tahun keduanya pada 31 Desember. SB/AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.