Kementan Perkuat Mitigasi Kekeringan untuk Akselerasi Swasembada Pangan di Sukabumi
Kamis, 20 Agu 2026, 17:12 WIBSUKABUMI â Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat upaya mitigasi kekeringan sekaligus mengakselerasi swasembada pangan berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi, percepatan Luas Tambah Tanam (LTT), serta optimalisasi 142 unit pompa air untuk mendukung lahan pertanian yang masih memiliki sumber air.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Evaluasi dan Koordinasi Swasembada Pangan Berkelanjutan Kabupaten Sukabumi yang digelar di Ujung Genteng, Kamis (20/8/2026). Pertemuan dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Kepala UPTD Pertanian Wilayah IâVII, UPTD Penyuluhan, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), penyuluh, jajaran Dinas Pertanian, serta Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP).
Kepala Pusat PVTPP Indra Zakariya Rayusman, yang menjadi Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan Kabupaten Sukabumi, mengatakan bahwa upaya meningkatkan produksi pangan harus disertai strategi menghadapi perubahan iklim, terutama kekeringan.
âKetika menghadapi kekeringan, kita tidak boleh hanya menunggu kondisi membaik. Kita harus melakukan mitigasi. Salah satunya melalui dukungan pompa air agar lahan yang masih memiliki sumber air dapat segera dimanfaatkan untuk tanam,â ujar Indra melalui siaran pers pada Kamis (20/8/2026).
Menurut dia, 142 unit pompa yang telah mendapat dukungan tidak boleh berhenti sebagai bantuan sarana saja. Pengoperasian dan pemanfaatannya perlu dikawal agar dapat mendukung percepatan LTT.
Indra juga mendorong penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, UPTD, BPP, penyuluh, hingga petani. Koordinasi tersebut diperlukan agar berbagai kendala di lapangan dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti.
Dalam rapat tersebut, Kepala UPTD Pertanian Wilayah IâVII memaparkan perkembangan program di wilayah masing-masing, mulai dari capaian, kendala, hingga rencana tindak lanjut. Pembahasan mencakup ketersediaan air, kesiapan lahan, percepatan LTT, sarana produksi, pelaksanaan PM AAS dan optimalisasi lahan (Oplah), serta pengawalan pertanaman.
Setiap wilayah didorong memiliki target yang jelas dan terukur, termasuk langkah penyelesaian terhadap berbagai kendala yang berpotensi menghambat penanaman.
LTT Sukabumi Terus Meningkat
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, mengatakan kinerja LTT di wilayahnya menunjukkan peningkatan. Pada 2025, LTT Kabupaten Sukabumi mencapai 192.009 hektare, naik dibandingkan 182.469 hektare pada 2024.
Sementara itu, pada periode Oktober 2025 hingga Juli 2026, LTT tercatat mencapai 168.908 hektare atau meningkat 8,84 persen. Untuk periode JanuariâJuli 2026, realisasi LTT mencapai 100.058 hektare atau meningkat 12,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski demikian, tantangan masih muncul akibat kondisi iklim. Sekitar 25.242 hektare lahan masih terdampak kekeringan, potensi El Nino, serta bencana.
Pada Agustus 2026, terdapat potensi tanam seluas 35.678 hektare. Dari luasan tersebut, kesanggupan LTT diperkirakan mencapai sekitar 7.000 hektare. Hingga 19 Agustus 2026, realisasi LTT telah mencapai 4.430 hektare.
Selain mempercepat LTT, pemerintah daerah juga mengakselerasi program PM AAS dengan target 5.981 hektare hingga Desember 2026. Calon petani dan calon lokasi (CPCL) yang telah terverifikasi mencapai 1.951,75 hektare di enam wilayah yang mencakup 25 kecamatan. Sementara realisasi sementara tercatat 87,42 hektare.
Percepatan juga dilakukan melalui program Oplah 2026. CPCL yang telah disiapkan mencapai 3.789 hektare dan diarahkan untuk mendukung penanaman pada September mendatang.
Indra menegaskan, besarnya dukungan program dan sarana harus diikuti dengan peningkatan realisasi di lapangan. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari tersalurkannya bantuan, tetapi juga dari sejauh mana dukungan tersebut menghasilkan tanam, panen, dan produksi pangan.
âKita sudah mendapatkan dukungan yang besar. Tantangannya sekarang adalah bagaimana seluruh dukungan tersebut dikonversi menjadi tanam, panen, dan produksi. Karena itu, koordinasi dan sinergi harus semakin kuat, penyuluh hadir mendampingi petani, dan setiap wilayah memiliki target serta langkah nyata,â tegasnya.
Apresiasi untuk Penggerak Lapangan
Dalam kegiatan tersebut, Kementan bersama Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga memberikan penghargaan kepada BPP kecamatan dan UPTD terbaik periode Oktober 2025âJuli 2026.
Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja lapangan dalam mempercepat tanam, mendampingi petani, mengawal pelaksanaan program, serta memperkuat koordinasi di tingkat wilayah.
Melalui penguatan koordinasi lintas sektor, optimalisasi 142 unit pompa air, percepatan LTT, PM AAS dan Oplah, serta peningkatan peran UPTD, BPP, dan penyuluh, Kabupaten Sukabumi diarahkan untuk semakin siap menghadapi dampak kekeringan.
Langkah tersebut sekaligus diharapkan mampu menjaga keberlanjutan produksi pertanian, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Sukabumi.
- Kementan
- kekeringan
- Sukabumi
- Kementerian Pertanian
- pompa air
- swasembada pangan
- pertanian
- luas tambah tanam
- ketahanan pangan
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Tak Langsung Bertarung di Pengadilan, Apple Buka Ruang Negosiasi dengan Departemen Kehakiman AS
-
Pusat PVTPP Perkuat Pendampingan Perizinan Pupuk bagi UMKM di Sukabumi
-
Penurunan Volume Air Waduk Delingan di Karanganyar
-
29 Desa di Cilacap Alami Kekeringan
-
Drama Musikal “Soko Tani” Angkat Perjuangan Petani dan Pentingnya Swasembada Pangan
-
Siap Hadapi Kekeringan! Bendungan Raksasa di Aceh Ini Disiapkan Hadapi El Nino
-
Harga Bawang Merah Rp43.800/Kg, Telur Ayam Rp29.300/Kg
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.