Pemprov Sulsel Mulai Bangun RS Regional di Malino, Gowa

Sabtu, 01 Agu 2026, 08:00 WIB

MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai merealisasikan pembangunan Rumah Sakit (RS) Regional Wilayah Selatan melalui program proyek tahun jamak (multiyears project/MYP) di Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, sebagai jawaban atas kebutuhan warga.

Pembangunan rumah sakit dengan nilai anggaran Rp161 miliar ini menjadi komitmen Pemprov Sulsel dalam memperluas akses pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di wilayah selatan Sulsel.

Ket. Foto: Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. — Sumber: ANTARA

Gubernur Sulsel Andi Sudirman, dalam keterangannya di Makassar, Sulsel, Jumat (31/7), mengatakan kehadiran rumah sakit regional ini menjadi solusi bagi masyarakat di wilayah perbatasan Gowa dengan sejumlah kabupaten di wilayah selatan, termasuk Sinjai dan Bulukumba.

"Kita groundbreaking rumah sakit regional wilayah selatan. Harapannya menjadi rumah sakit yang representatif untuk masyarakat di wilayah perbatasan, ada Sinjai, Bulukumba dan wilayah Gowa," katanya.

Menurutnya, keberadaan rumah sakit ini akan mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Dengan demikian, masyarakat tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke Kota Makassar ketika membutuhkan layanan rujukan.

"Banyak masyarakat kita nantinya tidak lagi harus dirujuk ke Kota Makassar, kemudian di tengah medan yang susah. Harapannya nanti terjangkau," jelasnya.

RS Regional Wilayah Selatan ini direncanakan memiliki tipe C, namun akan dilengkapi dengan peralatan dan fasilitas kesehatan yang memadai dengan standar pelayanan yang lebih tinggi, termasuk dukungan dokter spesialis.

"Tipenya C, tapi alat dan fasilitas kesehatan tipe kelas B, tentu yang memadai dan dokter spesialis. Ini menjadi harapan masyarakat dan meningkatkan indeks kesehatan yang memadai," ujarnya.

Pembangunan rumah sakit tersebut ditargetkan rampung pada 2027. Pemprov Sulsel juga menargetkan pembangunan fasilitas kesehatan ini dapat memperkuat sistem pelayanan dan rujukan kesehatan di kawasan selatan.

Andi Sudirman menjelaskan sejumlah wilayah di luar Kota Makassar, termasuk kawasan regional Mamminasata dan wilayah selatan Sulsel, masih menghadapi tantangan dalam mengakses rumah sakit rujukan.

Kondisi geografis dan jarak tempuh menjadi persoalan ketika masyarakat membutuhkan penanganan medis yang bersifat darurat.

"Salah satunya dalam kondisi pendarahan pada ibu maupun kasus kecelakaan, yang membutuhkan pertolongan medis secara cepat. Karena itu, RS Regional Wilayah Selatan ini untuk memperkuat aksesibilitas pelayanan kesehatan sekaligus mempercepat penanganan kasus-kasus kegawatdaruratan," sebutnya.

Pembangunan RS Regional Wilayah Selatan ini menjadi salah satu langkah strategis Pemprov Sulsel untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih merata, tidak hanya terpusat di Kota Makassar, tetapi juga menjangkau masyarakat di daerah-daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan rujukan.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.