BMKG Nyatakan Tujuh Daerah Masuk Status Awas Kekeringan di NTB
Sabtu, 01 Agu 2026, 07:43 WIBMATARAM â Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan tujuh daerah dari total 10 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat (NTB) masuk status awas kekeringan meteorologis akibat kemarau yang diperkuat El Nino dengan indeks +2,26 derajat Celsius.
"Pos Hujan Belo dan Pos Hujan Bolo di Kabupaten Bima tidak mencatat adanya hujan selama 74 hari berturut-turut. Kedua daerah itu masuk kategori kekeringan ekstrem karena sudah lebih dari dua bulan tanpa hujan," kata Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB Suci Agustiarini di Mataram, Sabtu (01/8).
Suci memaparkan tujuh daerah yang masuk status awas kekeringan adalah Kabupaten Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima.
Saat ini total terdapat 17 kecamatan pada tujuh daerah di Nusa Tenggara Barat yang berada pada level tertinggi peringatan dini kekeringan meteorologis tersebut.
Menurut dia, fenomena El Nino yang semakin menguat selama musim kemarau tahun ini telah menyebabkan hari tanpa hujan terus bertambah panjang di sejumlah daerah.
Kondisi penguatan El Nino tersebut diperkirakan dapat bertahan selama beberapa bulan ke depan. Sedangkan, fenomena Dipol Samudra Hindia atau IOD yang saat ini masih netral diperkirakan beralih ke fase positif mulai September hingga Desember 2026.
Pada akhir Juli 2026, curah hujan di NTB secara umum didominasi kategori rendah antara 0 hingga 10 milimeter per dasarian. Curah hujan tertinggi hanya tercatat di Pos Hujan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa, sebesar 19 milimeter per dasarian.
BMKG memperkirakan peluang hujan pada dasarian I Agustus 2026 atau periode 1â10 Agustus juga masih sangat kecil dengan peluang kurang dari 10 persen di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat.
Suci mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi kebakaran hutan, lahan, dan pemukiman dengan tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan atau meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.
"Sehubungan hari tanpa hujan yang kian panjang dan daerah yang masuk status awas kekeringan meteorologi juga semakin banyak, maka kami harap masyarakat dapat menggunakan air secara bijak guna mengantisipasi krisis air bersih," pungkas dia.
- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
- Ancaman Kekeringan
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berawan pada Rabu (9/9)
-
Cuaca Sabtu: BMKG Prakirakan Sejumlah Kota Besar Diselimuti Awan Tebal.
-
Puncak Kemarau di Sumsel, Ancaman Kekeringan Mengintai
-
Warga memanfaatkan air sendang hutan saat musim kemarau
-
BMKG Prakirakan Sejumlah Kota di Indonesia Berpotensi Hujan pada Kamis Ini
-
Isu Terusan Suez Jadi Jaminan Utang Mencuat, Mesir Buka Suara
-
Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.