KPK Periksa 9 Saksi, Dalami Dugaan Rekomendasi Calon Maba Unsoed.
Rabu, 23 Sep 2026, 12:33 WIBKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami pemberian rekomendasi untuk calon mahasiswa baru Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan pendalaman tersebut dilakukan lembaga antirasuah dengan memeriksa sembilan saksi kasus dugaan korupsi dalam penerimaan mahasiswa baru Unsoed pada Selasa (22/9).
"Semua saksi hadir. Penyidik mendalami keterangan para saksi terkait adanya dugaan praktik penitipan ataupun pemberian rekomendasi kepada calon mahasiswa baru agar diterima di Unsoed," kata Budi kepada para jurnalis di Jakarta, Rabu.
Sementara itu, Budi mengatakan sembilan saksi tersebut terdiri atas dua pegawai Unsoed berinisial NA dan ANHÂ serta tujuh aparatur sipil negara pada Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas berinisial AS, AAP, DPM, ISR, WAS, MNF, dan EP.
Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pihak dari jajaran Rektorat Unsoed pada 20 Agustus 2026.
Sehari setelahnya, KPK menetapkan Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Norman Arie Prayogo, Kepala Bagian Akademik Unsoed Eko Sumanto, Mulyono selaku keponakan Sodiq, serta Dian Mulia Wardhana dan Adhi Wiharto selaku perantara sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dalam penerimaan mahasiswa baru Unsoed.
KPK menduga Norman melalui Dian dan Adhi memeras orang tua calon mahasiswa baru hingga Rp650 juta agar anaknya bisa masuk Fakultas Kedokteran, namun tetap tidak diloloskan.
Selain itu, KPK menduga Sodiq memerintahkan keponakannya untuk menerima pemberian orang tua calon mahasiswa baru hingga mendapat Rp680 juta selama 2025-2026.
Uang tersebut kemudian dipakai Sodiq untuk membeli tiga bidang tanah, tetapi diatasnamakan Mulyono.
Terakhir, KPK menduga Sodiq memberikan akses persetujuan kelulusan kepada Eko setelah Kabag Akademik Unsoed tersebut menerima Rp1,12 miliar dari pengepul yang berprofesi sebagai guru selama 2025-2026.
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
Berita Terkait:
-
Gencarkan Operasi Senyap, Afghanistan Berantas Upaya Penyelundupan Senjata Lintas Negara
-
Karhutla Berimbas Peningkatan Kasus ISPA 2026, Kemenkes: Tembus 400 Ribu per Minggu
-
Kejari Bogor Tetapkan Tersangka Korupsi RSUD Parung
-
IHSG Hari Ini Menguat, Data Ekonomi Domestik Jadi Penopang Pasar
-
Polres Bogor Menyita 3 Kg Sabu dan Sejuta Obat Keras Ilegal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.