Bank Indonesia: Pemanfaatan Kanal Pembayaran Digital Masyarakat Sulawesi Utara Tinggi

Sabtu, 01 Agu 2026, 08:22 WIB

MANADO – Deputi Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut), Purwanto, mengatakan pemanfaatan kanal pembayaran digital masyarakat di Sulut tinggi hingga triwulan I tahun 2026.

"Pada Triwulan I 2026 pengelolaan uang Rupiah di Sulawesi Utara mencatatkan net inflow atau uang masuk sebesar Rp513,57 miliar," kata Purwanto, di Manado, Jumat (31/7).

Ket. Foto: Deputi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) Purwanto, di Manado, Jumat (31/7/2026). — Sumber: ANTARA

Dia mengatakan kondisi ini sejalan dengan pola normalisasi kebutuhan uang tunai masyarakat setelah meningkat pada periode hari besar keagamaan Natal dan Tahun Baru.

Sementara itu, katanya, transaksi sistem pembayaran nontunai menunjukkan kinerja yang tetap positif dengan perkembangan yang beragam. 

Nominal transaksi melalui BI-RTGS tercatat sebesar Rp5,94 triliun, tumbuh 6,38 persen (yoy). Transaksi SKNBI, yang mencakup kliring kredit dan kliring debit, tumbuh sebesar 1,34 persen secara (yoy). 

Ia menjelaskan pertumbuhan yang lebih tinggi tercatat pada transaksi BI-FAST, dengan total transaksi incoming dan outgoing mencapai Rp43,76 triliun atau meningkat 39,67 persen (yoy). Adapun nominal transaksi uang elektronik tercatat sebesar Rp748 miliar, tumbuh 24,25 persen (yoy). 

"Perkembangan tersebut menunjukkan semakin kuatnya pemanfaatan kanal pembayaran digital oleh masyarakat di Sulut," katanya.

Masyarakat Sulut kini sangat tinggi menggunakan pembayaran digital karena dinilai jauh lebih praktis, cepat, dan efisien. 

Metode yang paling sering dipakai meliputi dompet digital (e-wallet), mobile banking, serta standar kode QR nasional yaitu QRIS.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.