Skuad Garuda Harus Menang Besar

Jumat, 31 Jul 2026, 06:37 WIB

JAKARTA - Kemenangan bukan lagi satu-satunya target Timnas Indonesia saat menghadapi Timor Leste dalam laga kedua Grup A ASEAN Hyundai Cup (Piala AFF) 2026. Skuad Garuda juga dituntut membangun selisih gol sebanyak mungkin sebagai bekal menghadapi persaingan ketat dengan Vietnam dan Singapura dalam perebutan tiket semifinal.

Timnas Indonesia menghadapi Timor Leste di Stadion Chonburi, Tailan, Jumat (31/7) pukul 17.00 WIB. Berbekal kemenangan telak pada laga pembuka, 5-1 atas Kamboja, Skuad Garuda kini memburu tiga poin tambahan sekaligus memperbesar peluang menuju semifinal.

Ket. Foto: Pemain Timnas Indonesia Jens Raven (kiri) berselebrasi bersama Pelatih John Herdman usai membobol gawang Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (27/7). Timnas Indonesia mengalahkan Kamboja dengan skor akhir 5-1. — Sumber: ANTARA/Bayu Pratama S

Kepercayaan diri tim asuhan John Herdman meningkat setelah membuka turnamen dengan kemenangan meyakinkan 5-1 atas Kamboja, Senin (27/7). Penampilan impresif diperlihatkan striker debutan Mitchell Baker yang langsung mencetak hattrick. Dua gol lainnya disumbangkan Sandy Walsh dan Jens Raven yang juga menandai debutnya bersama tim nasional senior dengan sebuah gol.

Kemenangan tersebut menjadi awal yang menjanjikan bagi Herdman dalam pertandingan kompetitif pertamanya sebagai pelatih Timnas Indonesia. Pelatih asal Inggris itu menilai para pemain mulai memahami filosofi permainan yang diinginkannya.

“Saya senang dengan penampilan pemain, usaha mereka, dan hasil yang diraih. Ada kesatuan dalam tim. Mereka berjuang bersama, bermain bersama, dan terlihat menikmati pertandingan,” ujar Herdman.

Secara kualitas, Indonesia lebih diunggulkan. Rekor pertemuan menunjukkan Skuad Garuda selalu menang dalam empat laga melawan Timor Leste di level senior. Satu-satunya pertemuan di Piala AFF terjadi pada edisi 2018 ketika Indonesia menang 3-1 melalui gol Alfath Fathier, Stefano Lilipaly, dan Beto Gonçalves.

Sebaliknya, Timor Leste datang dengan situasi kurang menguntungkan. Tim asuhan Ze Pedro sudah menelan dua kekalahan beruntun, masing-masing 0-7 dari Vietnam dan 0-2 dari Singapura. Kekalahan ketiga berpotensi mengakhiri peluang mereka lolos ke semifinal, terlebih jika Vietnam mampu mengatasi Singapura dalam pertandingan lain di Grup A.

Meski demikian, Herdman diperkirakan tetap menurunkan komposisi terbaik. Selain mengincar kemenangan, Indonesia juga membutuhkan produktivitas gol untuk memperbaiki selisih gol sebelum menghadapi laga berat melawan Vietnam pada tanggal 3 Agustus mendatang. Setelah keunggulan dianggap aman, rotasi pemain kemungkinan dilakukan demi menjaga kebugaran skuad.

Di kubu lawan, Ze Pedro diprediksi tetap mengandalkan pemain-pemain utama seperti Zenivio, João Rangel, Claudio Osorio, dan Dylan Niski demi menjaga asa meraih hasil positif. Dari dua pertandingan sebelumnya terlihat sejumlah kelemahan mendasar Timor Leste yang bisa dimanfaatkan Indonesia. Lini belakang mereka sangat rapuh menghadapi bola-bola udara. Dua gol Singapura lahir melalui skema umpan silang, sementara Vietnam berkali-kali membongkar pertahanan mereka dengan pola serupa.

Situasi tersebut menjadi peluang bagi Mitchell Baker untuk kembali menunjukkan ketajamannya. Dua gol sundulan yang dicetak saat melawan Kamboja membuktikan keunggulan pemain tersebut dalam duel udara. Peran Thom Haye sebagai pengatur serangan dengan akurasi umpan yang tinggi diperkirakan kembali menjadi salah satu kunci membongkar pertahanan lawan.

Selain lemah dalam mengantisipasi crossing, koordinasi lini belakang Timor Leste juga kerap bermasalah saat menghadapi umpan terobosan. Bek-bek mereka sering terlambat menutup ruang sehingga memberi kesempatan lawan melakukan pergerakan tanpa bola. Kondisi ini dapat dimanfaatkan pemain-pemain cepat seperti Beckham Putra, Eliano Reijnders, maupun Saddil Ramdani untuk melakukan penetrasi dari lini kedua.

Meski lawan belum mampu mencetak gol dalam dua pertandingan, Indonesia tetap dituntut menjaga konsentrasi. Timor Leste masih mengandalkan serangan balik cepat meski penyelesaian akhir mereka belum efektif. Saat menghadapi Vietnam mereka melepaskan tujuh tembakan tanpa satu pun mengarah ke gawang.

Sedangkan melawan Singapura hanya menghasilkan satu tembakan tepat sasaran. Garuda tak boleh mengulangi kelengahan yang sempat terjadi pada awal babak kedua ketika menghadapi Kamboja.

Tidak Terlena

Pengamat sepak bola Ronny Pangemanan atau Bung Ropan mengingatkan agar kemenangan besar pada laga pembuka tidak membuat pemain terlena. Menurutnya, perjalanan Indonesia masih panjang dan fokus penuh harus diarahkan kepada Timor Leste. “Ini hanya langkah awal yang tidak perlu untuk kita bereuforia berlebihan. Masih ada tiga pertandingan lagi. Timor Leste sekarang menjadi fokus,” ujar Bung Ropan.

Dia menilai Timor Leste berpotensi tampil lebih lepas karena sudah berada di bawah tekanan setelah dua kali kalah. Karena itu Indonesia harus tetap bermain disiplin sekaligus mengejar kemenangan dengan skor besar demi memperkuat posisi di klasemen. ben/G-1

Perkiraan Formas

Timor Leste 4-3-3

Dylan Niski

Luís Figo, Jackson Fowler, Ryan Jom, Liam Farrugia

Eric Silva, Claudio Osorio, Tristan Arrarte

Zenivio, João Rangel, Zion Cruz

Indonesia 3-4-3

Nadeo Argawinata

Sandy Walsh, Rizky Ridho, Dony Tri Pamungkas

Eliano Reijnders, Shayne Pattynama, Ivar Jenner, Thom Haye

Egy Maulana Vikri, Ragnar Oratmangoen, Mitchell Baker

  • Jadwal Timnas Indonesia

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.