KCIC Gunakan Biodiesel B40 untuk Perawatan Kereta Cepat Whoosh

Jumat, 31 Jul 2026, 18:45 WIB

JAKARTA - KCIC menggunakan biodiesel B40 pada seluruh kereta kerja berbasis diesel pendukung inspeksi dan pemeliharaan prasarana Whoosh. Langkah tersebut memperluas pemanfaatan energi terbarukan selain penggunaan listrik pada layanan kereta penumpang Whoosh.

Pemanfaatan biodiesel B40 bertujuan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil sekaligus meningkatkan penggunaan energi lebih ramah lingkungan. Seluruh kereta kerja mendukung inspeksi, perawatan, dan pemeliharaan prasarana sepanjang jalur Kereta Cepat Whoosh.

Ket. Foto: — Sumber: KCIC

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menjelaskan biodiesel B40 terdiri atas 40 persen bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit. Komposisi lainnya menggunakan 60 persen solar sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 32 Tahun 2008.

Kebijakan itu bagi KCIC menjadi bagian dukungan perusahaan terhadap pemanfaatan energi terbarukan pada sektor transportasi nasional.

"Selama ini masyarakat mengenal Whoosh sebagai kereta cepat yang menggunakan energi listrik. Komitmen terhadap keberlanjutan tersebut juga kami terapkan pada sarana pendukung operasional melalui penggunaan biodiesel B40 pada kereta kerja yang digunakan untuk kegiatan inspeksi, perawatan, dan pemeliharaan prasarana. Dengan demikian, semangat keberlanjutan tidak hanya hadir pada layanan penumpang, tetapi juga dalam kegiatan pendukung operasional," ujar Eva, Jumat (31/7).

Kereta kerja digunakan menjaga kondisi dan geometri jalur serta memeriksa rel secara berkala. Sarana itu juga mendukung pemeliharaan sistem listrik aliran atas atau Overhead Catenary System (OCS).

Kereta kerja turut mengangkut personel, peralatan, dan material yang diperlukan selama pekerjaan pemeliharaan berlangsung. Seluruh sarana berbasis diesel tersebut kini telah menggunakan biodiesel B40 sebagai bahan bakar operasional.

Eva menyatakan KCIC juga menyiapkan dukungan terhadap implementasi biodiesel B50 sesuai kebijakan pemerintah mendatang. Persiapan tersebut tetap mengutamakan keselamatan, keandalan sarana, dan kesiapan operasional sesuai ketentuan berlaku.

"KCIC mendukung berbagai kebijakan pemerintah dalam mendorong penggunaan energi yang lebih bersih. Penerapan biodiesel B40 menjadi salah satu langkah nyata yang kami lakukan saat ini, dan ke depan kami siap mendukung implementasi B50 sesuai kebijakan pemerintah setelah melalui proses pengujian dan ketentuan yang berlaku, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan, keandalan sarana, dan kesiapan operasional," kata Eva.

Penerapan biodiesel B40 sejalan dengan komitmen Indonesia mendukung Paris Agreement melalui pengurangan emisi gas rumah kaca. Indonesia menargetkan pencapaian Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat melalui agenda transisi energi nasional.

"Keberlanjutan merupakan bagian dari pengembangan layanan Whoosh. Melalui penggunaan energi listrik pada kereta penumpang dan biodiesel pada kereta kerja, kami ingin terus berkontribusi terhadap upaya pengurangan emisi sekaligus menghadirkan layanan transportasi yang aman, andal, dan semakin ramah lingkungan," ujar dia. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.