• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Wamenekraf: Creative Trip ...

Wamenekraf: Creative Trip beri Nilai Tambah Ekonomi dari Pengalaman

Kamis, 30 Jul 2026, 18:53 WIB

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan konsep creative trip menjadi pendekatan baru yang dapat diaplikasikan di daerah dalam memperkuat ekonomi kreatif lokal melalui pengalaman autentik yang langsung bersentuhan dengan masyarakat dan potensi menambah nilai ekonomi daerah.

“Creative trip itu memberikan nilai tambah karena membuat orang datang untuk belajar, memahami, dan mencintai daerah tersebut,” kata Irene dalam keterangan yang diterima, Kamis (30/7).

Ket. Foto: Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar (kanan), berdialog dengan Steering Committe Bidang Creative Program Festival Toadore Yogyakarta, Fando (tengah) saat menerima audiensi dari panitia Toadore Festival Vol. III di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Rabu (29/7). — Sumber: ANTARA/HO Kementerian Ekonomi

Ia mengatakan konsep ini dapat diterapkan pada festival yang mengangkat kebudayaan setempat yang melibatkan masyarakat lokal dalam strategi promosi budaya, potensi daerah, serta akselerasi ekonomi kreatif.

Karena itu ia mengapresiasi inisiatif dari mahasiswa asal Tidore di Yogyakarta yang menjadi panitia Toadore Festival Vol. III untuk menjadi perpanjangan tangan memperkenalkan potensi kreatif dari daerahnya.

Mengusung tema 'Tidore Menyapa Yogyakarta: Dari Negeri Rempah untuk Kota Budaya', Toadore Festival Vol. III akan dilaksanakan pada 15–17 Oktober 2026 di Amphitheater Teras Beskalan, Teras Malioboro 1, Yogyakarta.

Rangkaian kegiatan menghadirkan Seminar Nasional Ekonomi Kreatif (Kalesang Kota), Panggung Seni Nusantara, Talkshow Gosip Kreatif, hingga Pasar Panen UMKM Nusantara yang dirancang sebagai ruang interaksi dan perluasan pasar produk ekraf daerah untuk sektor seperti kuliner, kriya hingga fesyen.

Steering Committee Bidang Creative Program Festival Toadore Yogyakarta, Fando, menjelaskan bahwa festival ini rutin diselenggarakan sejak 2023. Pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi penyelenggaraan didasarkan pada posisinya sebagai ruang simpul budaya yang mempertemukan keberagaman masyarakat dari seluruh Nusantara.

“Nama acaranya diambil dari bahasa lama Tidore, yaitu Tuadore, yang berarti ‘aku telah sampai’. Melalui tema Tidore Menyapa Yogyakarta: Dari Negeri Rempah untuk Kota Budaya, kami ingin menghadirkan budaya Tidore sebagai bagian dari keberagaman Indonesia sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat yang lebih luas,” kata Fando.

Festival tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi budaya Tidore, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif daerah.

Melalui konsep creative trip, pemerintah mendorong festival berbasis budaya menjadi penggerak aktivitas ekonomi lokal yang mampu meningkatkan kunjungan wisata, memperluas pemasaran produk UMKM, serta menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. Ant

  • Wamenekraf
  • Creative Trip

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.