Penggerak Swasembada dan Kemandirian Energi, Mensesneg: Mentan Amran Panglima Pangan
Senin, 21 Sep 2026, 14:50 WIBJAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebagai panglima pangan atas kepemimpinannya mempercepat swasembada pangan sekaligus mendukung kemandirian energi nasional.
âSelama Pak Mentan membutuhkan dukungan regulasi, tentu menjadi tugas dan tanggung jawab kami di Kementerian Sekretariat Negara untuk memproses secepat-cepatnya. Demikian juga dukungan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara)," kata Mensesneg ââââââ di Jakarta, Senin (21/9).
Saat mengikuti secara daring Rapat Koordinasi Percepatan Pengembangan Bioetanol yang dilaksanakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama 44 bupati dari berbagai daerah sentra produksi, Mensesneg memberikan apresiasi kepada Menteri Amran atas kepemimpinannya dalam mengawal percepatan terwujudnya swasembada pangan nasional.
Menurut Prasetyo, capaian tersebut tidak lepas dari kerja keras Mentan dalam memimpin upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian energi nasional sehingga ia menyebutnya sebagai panglima pangan.
Mensesneg juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, dan petani Indonesia yang terus bekerja tanpa mengenal waktu demi mempercepat terwujudnya swasembada pangan.
"Salam hormat kepada bapak ibu semua, dan terima kasih kepada petani Indonesia yang telah mengabdikan dirinya. Mereka adalah pahlawan bangsa yang sering kali kita lupakan,â ujarnya.
Prasetyo menegaskan pemerintah akan terus memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program strategis sektor pertanian, baik melalui regulasi maupun dukungan anggaran.
Menurutnya, Presiden menempatkan pangan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional.
"Salah satu fokus utama Presiden selain keamanan adalah pangan. Jadi apa pun yang dibutuhkan untuk memastikan pangan terjamin, pemerintah akan mendukung,â tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Prasetyo juga mengungkapkan dirinya baru saja melaporkan kepada Presiden Prabowo terkait langkah percepatan pengembangan bioetanol berbasis tebu, singkong, dan jagung yang tengah dipersiapkan Kementerian Pertanian.
Menurutnya, pemerintah siap mendukung penuh agenda besar tersebut sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian energi nasional.
âTadi malam saya melapor kepada Presiden mengenai target pengembangan energi berbasis bioetanol. Pak Mentan Amran dan jajaran memimpin rapat persiapan ini dan kami diperintahkan untuk ikut mendengarkan," katanya.
"Tidak ada arahan beri sambutan. Tapi ini sekalian untuk menyapa para bupati. Mumpung panglima pangan (Mentan Amran) yang perintahkan,â tambah Mensesneg.
Sementara itu, Mentan Amran mengatakan Indonesia saat ini telah berhasil melewati tantangan krisis pangan global dengan capaian yang semakin kuat.
Ia menyebut sejumlah indikator menunjukkan sektor pertanian berada pada tren positif, mulai dari peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP), pertumbuhan PDB pertanian, hingga pengakuan internasional dalam bidang ketahanan pangan.
âKrisis pangan kita aman. NTP kita tertinggi, produksi meningkat, swasembada bahkan ekspor. Kita juga mampu membantu negara lain seperti Palestina. Data-data ini bukan dari kami, tetapi dari BPS (Badan Pusat Statistik), FAO (Food and Agricultural Organisation), dan USDA (United States Department of Agricultural),â kata Mentan.
Menurutnya, setelah memperkuat fondasi swasembada pangan dan keberhasilan program biodiesel, Indonesia kini mulai memasuki tahap berikutnya, yakni pengembangan bioetanol sebagai bagian dari strategi besar kemandirian energi nasional.
âPangan kita selesaikan, biodiesel kita selesaikan, sekarang kita masuk ke bioetanol. Mimpi besar kita adalah setiap pulau mandiri pangan dan mandiri energi. Indonesia memiliki sumber daya yang luar biasa untuk mewujudkannya,â ujarnya.
Ia menambahkan pengembangan bioetanol berbasis tebu akan menjadi salah satu fokus utama karena memiliki fleksibilitas ekonomi yang tinggi. Belajar dari Brasil, ketika harga gula menguntungkan, hasil produksi dapat diarahkan ke gula konsumsi. Sebaliknya, ketika harga energi lebih menarik, bahan baku dapat dimanfaatkan untuk produksi etanol.
âSeperti Brasil, tebu bisa menjadi gula dan bisa menjadi etanol. Semua potensi itu kita miliki. Persoalannya tinggal bagaimana kita bergerak bersama untuk mengoptimalkannya,â jelasnya.
Amran menegaskan keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan penuh pemerintah daerah. Karena itu, rapat yang diikuti 44 bupati dari berbagai provinsi tersebut menjadi langkah awal membangun komitmen bersama dalam mengembangkan komoditas bioetanol sesuai potensi dan keunggulan masing-masing daerah.
âTanpa dukungan bupati, tidak mungkin kita bisa bergerak cepat. Ini perjuangan bersama menuju Indonesia yang berdaulat pangan dan berdaulat energi,â kata Mentan.
- Swasembada Pangan
- Kemandirian Energi
- Mentan Amran
- mensesneg
- Panglima Pangan
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Dishub Kota Bogor Jaring Puluhan Angkot di Jalan Kapten Muslihat
-
Transjakarta Bakal Kelola Bandara? Ini Usulan Unik DPRD DKI Jakarta
-
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini: TNI-Polri Harus Saling Memperkuat Tanpa Ambil Kewenangan
-
Pemprov Sulawesi Selatan Salurkan Rp500 Juta bagi Korban Gempa NTT
-
Bukan Lagi Gratis! Gerbang Tol Sementara Cipeundeuy di Tol Cipali Mulai Bertarif
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.