Warga Menteng Diharapkan Tetap Tenang tak Terprovokasi Usai Bentrokan

Senin, 27 Jul 2026, 11:29 WIB

JAKARTA – Masyarakat Menteng, Jakarta Pusat, dan sekitarnya diharapkan tetap tenang dan menjaga kondusifitas lingkungan usai bentok. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengimbau masyarakat tetap menjaga situasi tetap kondusif dan tidak mudah terprovokasi pascabentrokan yang terjadi di kawasan Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat.

Imbauan tersebut disampaikan Kapolres saat meninjau kawasan depan Masjid Jami Matraman bersama Camat Menteng, Lurah Pegangsaan, tokoh masyarakat, pengurus RT/RW, serta tokoh agama.

Ket. Foto: mesti jaga kondusifitas — Sumber: ist

"Kami ingin memberikan imbauan kepada warga, khususnya warga Matraman Dalam, Kelurahan Pegangsaan, agar tidak terprovokasi dan tetap dapat melaksanakan aktivitas seperti biasanya," kata Reynold kepada awak media di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan, Polres Metro Jakarta Pusat bersama Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya terus hadir di lokasi untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat setelah peristiwa bentrokan yang terjadi sehari sebelumnya.

Menurut dia, pengamanan juga difokuskan di sejumlah titik, termasuk di sekitar Masjid Jami Matraman dan Jalan Pegangsaan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Reynold mengatakan personel gabungan telah berada di lokasi sejak sehari sebelumnya dan terus berbaur dengan warga untuk memberikan rasa aman sekaligus mengajak masyarakat menahan diri.

"Saat ini kami masih melakukan pengamanan pasca-peristiwa kemarin. Ada satu kompi dari Polda Metro Jaya, selain personel Polres Metro Jakarta Pusat dan Polsek, serta satu kompi dari Kodam. Tujuannya berpatroli dan menciptakan situasi yang aman dan kondusif," ujar dia.

Lebih lanjut, Kapolres juga meminta masyarakat menggunakan media sosial secara bijak dan tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya agar tidak memicu keresahan di tengah masyarakat.

"Kami mohon kepada masyarakat agar melakukan pemberitaan yang tidak berlebihan dan menggunakan media sosial dengan baik dan benar. Percayakan proses penegakan hukum kepada jajaran Polda Metro Jaya," ujar dia.

Kronologi Bentrokan

Kepolisian mengungkap kronologi bentrokan antara dua kelompok warga di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya kritis.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai keributan tersebut sekitar pukul 10.00 WIB.

"Polres Metro Jakarta Pusat dan Polsek Menteng menerima laporan tadi pagi sekitar pukul 10.00 terkait perkelahian atau keributan yang terjadi antara dua kelompok warga di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan," kata Roby dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Roby menjelaskan bentrokan diduga dipicu perselisihan di sebuah warung penjual sarapan.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, salah satu kelompok datang untuk membeli sarapan, namun diduga tidak terlayani dengan baik sehingga terjadi cekcok.

Kelompok tersebut kemudian meninggalkan lokasi sambil menggeber sepeda motornya.

Tidak lama berselang, mereka kembali bersama sejumlah rekannya dan diduga merusak gerobak penjual nasi uduk.

"Dari kejadian perusakan tempat penjualan itu, dibalas oleh warga sekitar menyerang tempat dari kelompok tersebut, sehingga terjadilah keributan," ujarnya.

Saat bentrokan berlangsung, petugas kepolisian berupaya melerai dan menghentikan aksi kedua kelompok.

Namun karena banyaknya orang yang terlibat, bentrokan tetap menimbulkan korban.

Roby mengatakan dua korban dievakuasi dari lokasi kejadian ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Lebih lanjut, satu korban meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis, sedangkan satu korban lainnya masih dalam kondisi kritis.

"Informasi terbaru dari dua orang yang diamankan dari TKP masih dalam kondisi kritis saat dibawa, namun ketika di rumah sakit ada satu yang sudah meninggal," katanya.

Selain korban, polisi juga mengamankan delapan orang untuk dimintai keterangan.

Polisi masih mendalami identitas para pihak yang terlibat serta status keberadaan mereka di lokasi tersebut.

"Yang kita tahu mereka tinggal di sini, menempati lokasi itu. Namun untuk legalitas ataupun status mereka di tempat ini masih dalam proses pendalaman," kata Roby.

Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), penyidik menemukan puing bangunan dan kendaraan yang terbakar, jejak darah, serta batu yang berlumuran darah.

Namun hingga kini polisi belum menemukan senjata tajam yang digunakan dalam bentrokan tersebut.

"Untuk saat ini kita belum menemukan ada senjata tajam yang digunakan atau yang kita temukan di lokasi," ujarnya.

Roby menambahkan penyidik masih mendalami identitas kelompok yang terlibat, termasuk informasi mengenai aktivitas mereka di kawasan tersebut.

Menurut informasi awal, kelompok itu belum lama berada di lokasi, namun diduga pernah beberapa kali terlibat dalam insiden serupa.

"Kami masih mendalami. Mohon waktu, semoga secepatnya kami bisa menangani kasus ini sesuai mekanisme dan prosedur," kata Roby.

  • bentrokan di jalan tambak

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.