Kemarau Panjang Hantam Bengkulu, Distankan Rejang Lebong Darurat Minta Bantuan Pompa Kementan

Rabu, 16 Sep 2026, 02:35 WIB

REJANG LEBONG - Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Rejang Lebong mencatat sekitar 3.600 hektare lahan persawahan di Kecamatan Curup Utara dan Padang Ulak Tanding, Bengkulu, terancam kekeringan akibat dampak musim kemarau. 

Kepala Distankan Rejang Lebong Suradi Ripai di Rejang Lebong, Selasa, mengatakan musim kemarau mulai berdampak pada penurunan ketersediaan air irigasi, terutama di wilayah Kecamatan Curup Utara dan Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT).

Ket. Foto: Lahan persawahan milik Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Lubuk Kembang, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong ditanami jagung menyusul keringnya irigasi di wilayah itu. — Sumber: ANTARA/Nur Muhamad

"Saat ini ada dua kecamatan yang lahan pertaniannya mulai terancam kekeringan. Irigasi yang biasanya mengaliri sawah warga mulai mengering. Total luas persawahan di dua kecamatan ini mencapai lebih dari 3.600 hektare," kata Suradi, Rabu (16/9).

Dia menjelaskan, luas lahan sawah di Kecamatan Curup Utara mencapai sekitar 2.707 hektare, sedangkan di Kecamatan PUT seluas lebih dari 900 hektare.

Untuk wilayah Kecamatan Curup Utara, kata dia, persawahan yang mulai terdampak kekeringan berada di Desa Dusun Sawah, Lubuk Kembang, dan Batu Panco. Sementara di Kecamatan PUT, ketersediaan air berkurang di kawasan persawahan Desa Air Kati dan Tanjung Sanai.

Sejauh ini pihaknya, tambah dia, belum menerima laporan kasus gagal panen dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), meskipun penurunan pasokan air mulai mempengaruhi hasil produksi pertanian.

Untuk mengantisipasi kekeringan ini Distankan Rejang Lebong telah mengusulkan bantuan 64 unit mesin pompa air kepada Kementerian Pertanian dan saat ini masih menunggu proses realisasi.

Menurut dia, selain pasokan air yang menyusut, musim kemarau juga memicu potensi peningkatan serangan hama dan penyakit tanaman. Petani yang membutuhkan penanganan diimbau mengajukan bantuan pestisida melalui PPL di wilayah masing-masing.

Distankan Rejang Lebong mengimbau para petani agar menyesuaikan pola tanam dengan kondisi ketersediaan air. Bagi petani yang belum memasuki masa tanam padi, disarankan menunda penanaman atau beralih sementara ke komoditas palawija yang lebih hemat air.

Upaya penyesuaian tersebut diharapkan mampu menekan risiko tanaman kekurangan air sekaligus mencegah potensi gagal panen apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang.

  • rejang lebong
  • sawah kekeringan
  • distankan rejang lebong
  • kemarau bengkulu
  • bantuan pompa air

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.