Raja Ampat Belajar Menanam Kakao

Minggu, 26 Jul 2026, 08:59 WIB

RAJA AMPAT - Untuk meningkatkan produktivitas kebun serta memperkuat kelembagaan petani,. sebanyak 19 petani kakao di Kampung Wailebet, Kepulauan Batanta, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, mengikuti pelatihan budidaya kakao dan manajemen koperasi yang digelar Yayasan EcoNusa. 

Pelatihan yang berlangsung pada 20-25 Juni 2026 itu juga membekali peserta dengan teknik penanganan pascapanen guna meningkatkan kualitas biji kakao.

Ket. Foto: budi daya kako — Sumber: ist

"Melalui pelatihan ini, petani memperoleh pemahaman mengenai teknik budidaya yang tepat, mulai dari pemangkasan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, hingga penanganan pascapanen. Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas biji kakao," kata Staf Yayasan EcoNusa Elvira Lumapuy dalam siaran pers pada Minggu.

Selama enam hari, peserta mendapatkan materi pembibitan, teknik budidaya, pengendalian hama dan penyakit, fermentasi biji kakao, serta manajemen koperasi. Pelatihan juga diisi praktik lapangan, termasuk teknik sambung pucuk dan sambung cupon untuk meremajakan tanaman kakao yang kurang produktif tanpa harus melakukan penanaman ulang.

Selain peningkatan keterampilan budidaya, peserta memperoleh pembekalan mengenai tata kelola koperasi, administrasi, dan pengelolaan keuangan. Penguatan kelembagaan tersebut diharapkan membantu petani memperluas akses terhadap pembiayaan, sarana produksi, serta pemasaran hasil panen.

Staf Yayasan EcoNusa Nurdana Pratiwi mengatakan koperasi berperan penting dalam meningkatkan posisi tawar petani melalui pengelolaan usaha secara bersama.

"Koperasi menjadi wadah bagi petani untuk mengelola usaha secara bersama, memperkuat akses pembiayaan, dan meningkatkan nilai jual hasil produksi. Kelembagaan yang kuat akan mendukung pengembangan usaha kakao yang lebih berkelanjutan," katanya.

Salah seorang peserta pelatihan, Deni, mengaku memperoleh pengetahuan baru yang dapat diterapkan langsung di kebunnya.

"Kami jadi memahami cara merawat tanaman, melakukan fermentasi, dan pentingnya koperasi dalam membantu pengembangan usaha kakao. Ilmu ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan hasil panen kami," ujarnya.

Masyarakat Kampung Wailebet membudidayakan kakao dengan sistem agroforestri yang memadukan tanaman kakao dengan berbagai jenis pohon dalam satu kawasan. Pendekatan tersebut tidak hanya mendukung peningkatan pendapatan petani, tetapi juga membantu menjaga tutupan hutan, kesuburan tanah, dan keanekaragaman hayati di Raja Ampat.

Praktik budidaya kakao berbasis agroforestri di Kampung Wailebet akan menjadi salah satu contoh yang dibahas dalam Papeda Summit di Sorong pada 2-4 September 2026. Forum itu mempertemukan masyarakat adat, pemerintah, akademisi, komunitas lokal, dan organisasi masyarakat sipil untuk berbagi praktik pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan di Tanah Papua.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Kemarau Panjang Ancam 800 Ha Tanaman Padi di Tanah Bumbu, Kalsel

Bangkalan dan Probolinggo Repot Air Bersih, Pemkab Mulai Menyalurkan Bantuan

Manchester United Siapkan Tiga Rekrutan Lagi, Carlos Baleba Segera Merapat

Pelatih Fokus Benahi Penyelesaian Akhir dan Mentalitas Pemain PSIM Yogyakarta

Tahun 2026 Ini Pemprov Maluku Tingkatkan Status Lima Rumah Sakit Tipe D Menjadi Tipe C

Manjakan Biota Laut, Pemprov Jakarta Perkuat Terumbu Karang, Bengkalis Menanam Mangrove

Heart Aerospace ES-30, Pesawat Hibrida untuk Layanan Penerbangan Regional

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Cerah Berawan hingga Berawan Tebal pada Rabu

Tak Gentar, dengan 12 Pemain, Timnas Basket Siap Berjuang di Prakualifikasi FIBA Asia Cup

Layanan Samsat Keliling Hari Ini, Rabu (26/8), Tersedia di 14 Lokasi Jadetabek

Kepadatan Lalu Lintas Warnai Jalur Wisata Puncak Saat Libur Panjang

Manchester City Sepakati Transfer Winger Palmeiras Allan Elias Senilai 754 Miliar Rupiah

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah Indonesia pada Rabu (26/8), Cerah Berawan

Dieng Culture Festival 2026, Padukan Tradisi, Seni, Alam, dan Pemberdayaan Masyarakat

Rencana Pembangunan Jakarta Terhambat Efisiensi, Apa yang Terjadi?

Generasi Baru Mulai Mengancam Petenis Papan Atas

Dieng Culture Festival 2026 Targetkan Ekonomi Warga Makin Kuat, Ini Strateginya

Kekuatan Madrid Diuji Strategi Berani Sociedad

Waspada Perubahan Cuaca! Sebagian Besar RI Diprakirakan Berawan Tebal Rabu

Samsat Keliling Buka di 14 Lokasi Jadetabek Hari Ini, Cek Lokasinya di Mana Saja

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.