Jalan Sehat Sambil Bersih-bersih Kota Temanggung Diikuti Ratusan Peserta Lintas Agama

Sabtu, 25 Jul 2026, 13:40 WIB

TEMANGGUNG – Semangat menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mempererat kerukunan antarumat beragama mewarnai kegiatan Jalan Sehat Sambil Bersih-bersih Kota Temanggung yang diikuti lebih dari 300 peserta dari 14 lembaga, organisasi keagamaan, komunitas, serta berbagai instansi.

Ketua Dewan Pastoral Paroki Santo Petrus dan Paulus Temanggung, Antonius Kriswinarto, di Temanggung, Sabtu (25/7), mengatakan kegiatan tersebut sengaja dirancang untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat, tidak hanya umat Katolik, tetapi juga berbagai komunitas lintas agama dan lintas iman, termasuk Gusdurian dan instansi pemerintah.

Ket. Foto: Sejumlah peserta melakukan jalan sehat dan membersihkan lingkungan dari sampah di tempat yang dilewati di wilayah Temanggung, Sabtu (25/07/2026). — Sumber: ANTARA

Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan slogan "Temanggung Resik, Srawunge Apik" yang memiliki makna menjaga kebersihan lingkungan sekaligus membangun persaudaraan dan keharmonisan kehidupan beragama.

"Tujuan kegiatan ini bukan hanya melibatkan umat Gereja Katolik, tetapi juga masyarakat lintas agama. Kami ingin bersama-sama membersihkan rumah kita, yaitu Kabupaten Temanggung, sekaligus menjalin silaturahmi dan mempererat kehidupan beragama," katanya.

Rute jalan sehat dimulai dari Gereja Katolik dengan para peserta memungut sampah di sepanjang perjalanan. Sampah yang terkumpul kemudian dibawa kembali ke titik akhir kegiatan untuk diangkut oleh truk yang telah disediakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Temanggung.

Setelah menyelesaikan rute, seluruh peserta mengikuti makan bersama dengan konsep membawa bekal dari rumah masing-masing sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian terhadap pengurangan sampah.

Ia menilai antusiasme peserta sangat tinggi sehingga kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang melibatkan semakin banyak unsur masyarakat.

Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Temanggung, Ruri Handayani, menjelaskan pihaknya membagikan sekitar 100 kantong sampah kepada lebih dari 14 lembaga dan organisasi keagamaan yang mengikuti kegiatan tersebut.

"Setiap kelompok kami berikan kantong sampah. Sepanjang perjalanan peserta memungut sampah, kemudian dibawa kembali ke gereja untuk dikumpulkan," katanya.

Ia berharap kegiatan kolaboratif tersebut mampu memperkuat kerukunan lintas agama dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

"Kami berharap kerukunan lintas agama dan lintas iman di Kabupaten Temanggung semakin erat. Selain berjalan santai bersama, peserta juga memiliki kepedulian untuk menjaga lingkungan dengan memungut sampah di sepanjang rute. Temanggung pernah dikenal sebagai Kota Adipura, sehingga semangat menjaga kebersihan ini perlu terus dihidupkan kembali," katanya.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.