Waspada! Kolesterol Tinggi Umumnya Tak Bergejala, Dokter Anjurkan Cek Rutin!
Jumat, 24 Jul 2026, 10:01 WIBJAKARTA - Kolesterol tinggi umumnya tidak menimbulkan gejala sehingga masyarakat perlu melakukan pemeriksaan kadar kolesterol secara rutin.
"Sebagian besar kolesterol tinggi tidak bergejala. Ketika dicek sudah tinggi. Kalau kita gagal mendeteksi secara awal, maka kita akan mendeteksi kolesterol tinggi itu pada saat kita akan mengalami serangan jantung atau stroke. Sangat disayangkan. Padahal serangan jantung atau stroke itu serangannya yang mendadak, penyakitnya bisa dicegah," kata dr. Susetyo Atmojo, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari PERKI, dalam sesi edukasi media di Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan kondisi tersebut membuat banyak orang tidak menyadari kadar kolesterolnya telah tinggi karena tidak mengalami keluhan khusus. Akibatnya, kolesterol tinggi baru diketahui setelah seseorang menjalani pemeriksaan kesehatan atau ketika telah muncul komplikasi.
Menurut dokter yang baru saja meraih gelar doktor dari Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu, kadar kolesterol low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat yang tinggi dapat memicu pembentukan plak aterosklerosis di pembuluh darah. Penumpukan plak tersebut berlangsung secara perlahan hingga mempersempit aliran darah dan meningkatkan risiko serangan jantung maupun stroke.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat tidak menunggu munculnya gejala untuk memeriksakan kadar kolesterol.
"Kalau menunggu gejala, biasanya penyakitnya sudah terlambat. Jadi pemeriksaan kolesterol secara berkala menjadi cara terbaik untuk mendeteksi risiko sejak dini," ujarnya.
Susetyo mengatakan pemeriksaan kolesterol secara berkala penting dilakukan, terutama bagi individu yang memiliki faktor risiko penyakit kardiovaskular, seperti diabetes, hipertensi, kebiasaan merokok, maupun riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
Ia menambahkan pemeriksaan tidak hanya bertujuan mengetahui kadar kolesterol total, tetapi juga kadar LDL yang menjadi salah satu indikator penting dalam menilai risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
Selain menjalani pemeriksaan rutin, Susetyo mengingatkan masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dengan membatasi konsumsi lemak jenuh dan lemak trans, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, serta mengikuti pengobatan sesuai anjuran dokter apabila telah didiagnosis memiliki kolesterol tinggi.
- Kesehatan
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
AS Beri Sanksi Ekonomi ke Iran dengan Targetkan Lima Sektor
-
Liga Champions 2026/27 Dimulai, PSG Bidik Sejarah Hat-Trick Gelar
-
Kekeringan Hantam Subang! Kementan Salurkan 16 Pompa dan Bor Sumur Baru
-
Operasional Kampung Nelayan Merah Putih Bikin Penghasilan Nelayan Tongke-Tongke Melonjak
-
Babak Baru Diplomasi: Trump Bersiap Jumpa Kim Jong Un Lagi
-
75 Menit Jalan Cepat Seminggu Bisa Mengurangi Lemak Perut, Benarkah? Ini Kata Studi Terbaru
-
The Fed Naikkan Suku Bunga AS 25 Basis Poin, Independensi Kevin Warsh di Tengah Tekanan Trump Jadi Sorotan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.