Sempat Alami Gangguan, PLN Pastikan Pasokan Listrik Kalbar Saat Ini Aman

Jumat, 24 Jul 2026, 08:33 WIB

PONTIANAK - PLN memastikan kondisi sistem kelistrikan Kalimantan Barat saat ini telah kembali normal dan pasokan listrik aman setelah pembangkit yang mengalami gangguan teknis kembali beroperasi.

"Kondisi sistem kelistrikan kita sekarang sudah kembali pulih normal. Gangguan yang terjadi sebelumnya murni karena kondisi teknis pada pembangkit dan tidak ada kaitannya dengan isu ketersediaan pasokan batu bara," kata General Manager PLN Unit Pembangkit Induk Kalimantan Barat Maria G.I. Gunawan di Pontianak, Jumat.

Ket. Foto: General Manager PLN Unit Pembangkit Induk Kalimantan Barat Maria G.I. Gunawan saat menghadiri High Level Meeting di kantor Bank Indonesia Kalbar belum lama ini — Sumber: Antara

Maria mengatakan gangguan pada salah satu pembangkit berkapasitas 100 megawatt (MW) pada awal Juli telah ditangani melalui perbaikan secara bertahap.

Ia menjelaskan gangguan tersebut terjadi akibat kebocoran boiler pada pembangkit yang menyebabkan PLN kehilangan daya mampu pasok dalam jumlah cukup besar sehingga harus melakukan manajemen beban untuk menjaga sistem tetap beroperasi.

Kondisi itu sempat menyebabkan pemadaman bergilir selama sekitar tiga hari yang dirasakan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Namun, setelah proses perbaikan dilakukan, pembangkit yang mengalami gangguan telah kembali beroperasi pada 11 Juli 2026.

Maria mengatakan PLN terus memperkuat sistem kelistrikan Kalimantan Barat untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik masyarakat. Saat ini terdapat sistem Khatulistiwa yang dilayani jaringan transmisi 150 kilovolt (kV) yang telah terhubung dari wilayah utara hingga Ketapang.

Selain sistem utama tersebut, masih terdapat sekitar 30 lokasi yang belum terhubung dengan jaringan transmisi dan masih mengandalkan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang tersebar di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

Untuk memperkuat kecukupan pasokan daya, PLN juga merencanakan pembangunan pembangkit berkapasitas 250 MW di Kendawangan, Kabupaten Ketapang.

"Penguatan pembangkit yang ada di sisi selatan, khususnya di Kabupaten Ketapang, akan semakin memperkuat sistem kelistrikan Kalimantan Barat secara keseluruhan," katanya.

Di tengah kondisi pasokan yang kembali normal, konsumsi listrik masyarakat Kalimantan Barat juga terus tumbuh. Hingga semester pertama 2026, penjualan listrik tercatat meningkat sekitar sembilan persen, dengan sektor rumah tangga menyumbang sekitar 80 persen konsumsi listrik.

PLN juga terus memperluas akses elektrifikasi di Kalimantan Barat. Hingga Juni 2026, rasio elektrifikasi tercatat mencapai 94,53 persen, sedangkan rasio desa berlistrik mencapai 86,8 persen.

"Pada 2025, PLN telah menyelesaikan pembangunan jaringan listrik di 121 lokasi desa dan pada 2026 mendapat penugasan tambahan untuk melistriki 151 lokasi desa guna memperluas akses listrik hingga wilayah pelosok," tuturnya.

Maria berharap dukungan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat sehingga pengembangan infrastruktur kelistrikan dapat berjalan optimal, pasokan tetap aman, dan kebutuhan listrik masyarakat Kalimantan Barat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.