Pertamina Patra Niaga Bersama Polda Kalbar Perketat Pengawasan Distribusi BBM-LPG

Jumat, 24 Jul 2026, 09:19 WIB

PONTIANAK – PT Pertamina Patra Niaga dan Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di daerah itu dalam kondisi aman dan cukup dengan memperketat pengawasan distribusi bahan bakar tersebut.

"Kondisi stok BBM maupun LPG ini dinamis karena pergerakan armada yang membawa BBM dan LPG setiap hari terus keluar masuk untuk memasok kebutuhan di wilayah Kalimantan Barat," kata Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kalimantan Barat Widhi Tri Adhi Hidayat di Pontianak, Kalbar, Jumat (24/7).

Ket. Foto: Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kalimantan Barat Widhi Tri Adhi Hidayat dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalbar di Pontianak Rabu (22/7/2026). — Sumber: ANTARA

Widhi Tri Adhi Hidayat mengatakan stok BBM dan LPG secara umum masih mencukupi kebutuhan masyarakat, dengan pasokan terus bergerak dinamis melalui distribusi dari terminal dan titik suplai.

Ia menjelaskan stok LPG untuk kebutuhan rumah tangga dan industri berada pada level yang mampu memenuhi kebutuhan hingga beberapa hari ke depan. Sementara stok BBM nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo dan produk lainnya rata-rata tersedia untuk lebih dari 10 hari.

Widhi mengatakan kondisi pasokan secara umum stabil, meskipun terdapat peningkatan konsumsi pada sejumlah wilayah akibat pergeseran pengguna BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi setelah kenaikan harga beberapa waktu lalu.

Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan tersebut, Pertamina telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan memperoleh tambahan kuota BBM bersubsidi pada triwulan ketiga 2026, termasuk untuk Solar dan Pertalite.

"Harapannya dengan adanya tambahan kuota ini, kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Barat, terutama kendaraan, dapat terpenuhi," katanya.

Pertamina juga memperpanjang jam operasional sejumlah SPBU di wilayah luar perkotaan hingga dini hari atau mendekati 24 jam dengan menyesuaikan kondisi masing-masing daerah untuk memperlancar pelayanan dan distribusi BBM.

Sementara untuk LPG subsidi tiga kilogram, Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengendalikan harga di tingkat pengecer. Operasi pasar dilakukan di sejumlah wilayah yang ditemukan menjual LPG tiga kilogram dengan harga di atas kewajaran.

Di sisi lain, Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar mengatakan pihaknya memperkuat pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi untuk mencegah penyalahgunaan dan memastikan penyalurannya tepat sasaran.

"Ini menjadi perhatian kita bersama karena distribusi BBM bersubsidi harus tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan di luar peruntukannya," katanya.

Sepanjang Juli 2026, Polda Kalbar menangani sejumlah kasus terkait penyalahgunaan dan pengangkutan BBM. Tiga kasus telah memasuki tahap penyidikan, sedangkan tiga kasus lainnya masih dalam proses penanganan.

Alberd mengatakan sinergi antara Pertamina, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat diperlukan untuk memastikan kelancaran distribusi energi sekaligus mencegah penyelewengan yang dapat mengganggu ketersediaan BBM dan LPG bagi masyarakat.

Dengan kondisi stok yang dinilai mencukupi, tambahan kuota BBM bersubsidi, serta pengawasan distribusi yang diperkuat, Pertamina dan Polda Kalbar memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap menjadi prioritas dan pasokan di Kalimantan Barat dapat terjaga.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.