Penyerang Kosta Rika Jadi Pemain Terakhir PSIM

Minggu, 09 Agu 2026, 19:48 WIB

YOGYAKARTA – Penyerang asal Kosta Rika, Marvin Loria, menjadi pemain terakhir yang didatangkan PSIM Yogyakarta untuk menyambut musim 2026/2027.  Pemain bernama lengkap Marvin Antonio Loria Leiton ini dihadirkan guna melengkapi jajaran pemain asing dan menambah daya gedor tim. 

Penyerang Kosta Rika itu menjadi pemain baru ketujuh yang didatangkan PSIM setelah Mauro Caballero, Adrian Dalmau, Ondrej Rudzan, dan Adrian Purzycki, Alwi Fadilah, dan Ahmad Agung. 

Ket. Foto: psim yogyakarta — Sumber: ant

“Kedatangannya mengakhiri aktivitas kami mendatangkan pemain baru jelang kampanye Super League bergulir per 4 September mendatang,” ujar Manajer tim PSIM Iksan Mahar dalam laman PSIM pada Minggu. 

Pengalaman mumpuni Loria sewaktu merumput di Kosta Rika dan Amerika Serikat menjadi nilai tambah bagi tim. Jam terbang tinggi tersebut diharapkan membantu tim di pos sayap.

Kehadiran mantan pemain Benfica B Liga Portugal ini bakal memberi warna baru pada pola penyerangan Laskar Mataram.

“Loria amat diharapkan menjadi penyeimbang lini serang di sisi sayap. Pengalaman Loria juga dapat menjadi teladan bagi pemain-pemain lokal yang berposisi serupa dengan dirinya,” lanjut dia.

Pemain kelahiran 24 April 1997 ini memiliki keunggulan fleksibilitas posisi di area depan yang menjadi modal berharga untuk menyokong kebutuhan strategi tim pelatih.

Iksan optimistis sang pemain menyatu cepat bersama rekan-rekan setimnya sehingga tim menjadi makin padu.

“Kemampuan Loria menempati beberapa posisi dalam sistem serangan, itu membuatnya sebagai tambahan yang dapat bermanfaat bagi rencana taktik Coach Jean-Paul,” pungkas dia.

Loria membuat PSIM melengkapi 11 kuota pemain asing setelah memiliki Ze Valente, Ezequiel Vidal, Franco Ramos Mingo, Jop van der Avert, Yusaku Yamadera, dan Nermin Haljeta. 

Uji Coba

Sementara itu, untuk mengukur skuad dalam persiapan liga super, PSIM Yogyakarta sengaja mencari lawan yang levelnya lebih rendah. Pelatih kepala PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menyampaikan ini usai laga melawan Universitas Ahmad Dahlan Football Club. Ini uji coba kedua Sabtu di Lapangan Yogyakarta Independent School.

“Saat ini fokus kami lebih pada bagian fisik dan cara bermain melawan lawan di level bawah agar bisa melatih skema yang diinginkan. Fisik masih harus ditingkatkan, begitu pula cara bermain kami,” kata Van Gastel dalam laman PSIM pada Minggu.

Uji tanding melawan tim level bawah sengaja dirancang untuk membangun fondasi fisik dan pemahaman taktik sehingga menjadi modal penting sebelum memasuki fase persiapan yang lebih berat.

Berikutnya Laskar Mataram akan menaikkan level persaingan dengan menghadapi tim-tim Super League. 

“Lawan yang dihadapi belum begitu kuat, jadi sulit untuk menilai. Mulai minggu depan kami akan menghadapi tim-tim Liga 1, sehingga perlawanannya akan jauh lebih kuat,” kata pelatih asal Belanda itu.

Dia juga mengaku tak terlalu puas melihat pertandingan kaeena baru melihat permainan yang diinginkannya pada babak kedua. 

“Kami bisa mencetak lebih banyak gol, yang sebenarnya bukan poin utamanya. Cara bermain yang kami inginkan jauh lebih terlihat pada babak kedua daripada babak pertama,” tegas dia.

PSIM mengincar target lebih baik dari musim lalu yang mengoleksi 45 poin di peringkat 11. 

  • psim yogyakarta

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.