Perlu Pendanaan Alternatif Buat Akselerasi Pengatasan Sampah

Jumat, 24 Jul 2026, 03:59 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jakarta diingatkan agar mempercepat penanganan sampah. Jika perlu cari pendanaan kreatif (creative financing) agar tidak membebani APBD. “Pemprov juga perlu perlu memperkuat kolaborasi dengan pihak swasta atau investor,” ujar Ketua Komisi D DPRD Jakarta, Yuke Yurike.

“Dalam setiap rapat kerja, kami selalu mendorong Pemprov Jakarta, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, untuk memperkuat kerja sama dengan pihak ketiga,” katanya, Kamis. Menurut Yuke, potensi investasi hijau Jakarta sangat besar. Ia juga menyebut saat ini banyak pihak ketiga dan investor yang berpengalaman di bidang pengelolaan sampah.

Ket. Foto: — Sumber: ANTARA

Namun, pemerintah masih perlu memperkuat business matching (temu bisnis) agar lebih banyak investor terlibat dalam proyek pengelolaan sampah. “Business to business maupun government to business harus lebih digalakkan. Mudah-mudahan nanti ada investor yang mau bekerja sama dengan Pemprov Jakarta,” katanya.

Yuke mengingatkan penanganan sampah mendesak untuk dipercepat, terlebih sistem open dumping di TPST Bantargebang akan dihentikan. Karena itu, percepatan pembangunan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern perlu percepatan.

“Penerapan sanitary landfill dan sistem pengelolaan lainnya membutuhkan biaya yang cukup besar dan harus segera dilaksanakan,” kata Yuke.

Sebelumnya, Gubernur Pramono Anung menyampaikan Pemprov telah menginisiasi berbagai pembahasan mengenai investasi hijau sebagai bagian dari percepatan pengembangan pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Pemprov juga memfasilitasi 13 potensi kerja sama investasi dengan calon investor, termasuk memberikan pendampingan kepada 251 perusahaan dalam menyelesaikan berbagai kendala investasi.

Di sisi lain, Pemprov juga mulai menghentikan praktik open dumping secara bertahap di TPST Bantargebang, Kota Bekasi. Tahap awal dilakukan dengan menutup dua zona aktif pembuangan sampah sebagai bagian dari penerapan sistem controlled landfill.

Penerapan controlled landfill mulai dijalankan pada Jumat (17/7). Tim Unit Pengelola Sampah Terpadu (UPST) lebih dulu memasang media penutup di area atas Zona 2 TPST Bantargebang.

Di sisi lain, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jakarta, Heru Hermawanto, mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) berpartisipasi menuju pembangunan berkelanjutan melalui program “Clean Investment Accelator.”

“Saya mengajak semuanya untuk bisa berpartisipasi menuju pembangunan berkelanjutan, investasi yang berkelanjutan dan Clean Investment Accelerator bisa dimulai,” katanya. Dia mengungkapkan ini dalam acara daring bertema “Mendorong Investasi Berkelanjutan di Jakarta: Clean Investment Accelarator” di Jakarta, Kamis. Ant/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.