- Home
-
- Luar Negeri
-
- Gedung Putih Sebut Kesepak...
Gedung Putih Sebut Kesepakatan Nuklir Washington - Riyadh Batal Jika Arab Saudi Tidak Akui Negara Israel
Jumat, 24 Jul 2026, 07:35 WIBWASHINGTON DC - Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, saat berbicara di podium ruang konferensi pers, Kamis (23/7), menekankan bahwa kesepakatan nuklir Arab Saudi 'bergantung' pada bergabungnya Arab Saudi ke dalam kesepakatan Abraham.
Kesepakatan Abraham (Abraham Accords) adalah serangkaian perjanjian normalisasi hubungan diplomatik yang ditengahi oleh Amerika Serikat pada tahun 2020 antara Israel dan beberapa negara Arab.
Negara-negara yang bergabung meliputi:
Uni Emirat Arab (UEA) â menandatangani pada 15 September 2020. Bahrain â menandatangani pada hari yang sama.
Sudan â kemudian menyatakan bergabung, meskipun implementasinya menghadapi berbagai kendala politik. Dan Maroko â menormalisasi hubungan dengan Israel pada akhir 2020.
Dari The Guardian, Leavitt mengatakan bahwa kesepakatan nuklir Arab Saudi "bergantung" pada keikutsertaan kerajaan dalam Kesepakatan Abraham â sebuah tuntutan baru yang diumumkan Presiden Donald Trump sebelumnya hari ini .
Donald Trump telah menulis di Truth Social bahwa kesepakatan nuklir penting yang ditandatangani AS dengan Arab Saudi kemarin "sepenuhnya bergantung" pada keanggotaan Arab Saudi dalam kesepakatan Abraham.
Presiden menulis: âKesepakatan Nuklir Sipil (Tidak akan ada pengayaan material!) yang dibuat antara Departemen Energi Amerika Serikat dan Arab Saudi, yang hanya berkaitan dengan penggunaan non-militer seperti yang sudah dimiliki Iran dan UEA (dan lainnya), akan disetujui, tetapi sepenuhnya bergantung pada Arab Saudi yang bergabung dengan Kesepakatan Abraham yang sangat dihormati dan sukses. Amerika Serikat tidak menentang Fasilitas Nuklir Sipil (Tidak Diperkaya).â
Ketika ditanya mengapa pihak administrasi tidak mengumumkan syarat tersebut saat kesepakatan diumumkan pada hari Rabu, Leavitt mengatakan bahwa itu adalah "sesuatu yang telah dia sebutkan berkali-kali sebelumnya".
Dia menegaskan kembali bahwa jika Arab Saudi tidak bergabung dengan kesepakatan tersebut, "kesepakatan itu batal".
- Kesepakatan Nuklir AS -Arab Saudi
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.