- Home
-
- Luar Negeri
-
- Gara-Gara Wabah Ebola Melu...
Gara-Gara Wabah Ebola Meluas, AS Batasi Ketat Akses Masuk Warga Afrika
Sabtu, 23 Mei 2026, 10:10 WIBMOSKOW - Amerika Serikat untuk sementara melarang warga negara Afrika, khususnya dari Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan, masuk ke wilayah Amerika dalam waktu 21 hari sebelum kedatangannya, menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC).
"CDC mengeluarkan instruksi terkait penangguhan masuk ke Amerika Serikat bagi warga negara asing yang berada di Republik Demokratik Kongo, Uganda, maupun Sudan Selatan dalam kurun waktu 21 hari sebelum ketibaan," kata CDC dalam pernyataannya pada Kamis (21/5).
Pembatasan itu berlaku selama 30 hari, yang kemudian CDC akan memutuskan apakah akan memperpanjang atau mencabut kebijakan tersebut.
Warga negara AS dan pemegang kartu hijau diizinkan masuk, tetapi juga harus menjalani pemeriksaan lebih ketat. Pemegang kartu hijau adalah orang-orang yang memiliki izin tinggal tetap resmi di AS.
Menurut Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, mereka harus diarahkan ke Bandara Internasional Washington-Dulles.
Pekan lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah Ebola di Kongo dan Uganda berada dalam status darurat dan menjadi ancaman bagi negara-negara lain.
Data terkini dari otoritas Kongo mencatat terdapat 131 kematian akibat virus tersebut. Wabah Ebola di Kongo sebelumnya pernah berakhir pada Oktober 2025. Ant
Berita Terkait:
-
Telkom dan PGN Kolaborasi Kembangkan Green Data Center Berbasis Energi Rendah Karbon
-
Amankan Puluhan Motor, Polres Probolinggo Bubarkan Balap Liar
-
Akibat Trauma, Korban Gempa Adonara NTT Masih Tidur di Luar Rumah
-
Gunung Semeru Erupsi dan Luncurkan Awan Panas
-
Demi Peternak dan Pasar, HAP Sapi Hidup dan HET Kerbau Resmi Dinaikkan
-
PLTS Jadi Solusi Dukung Kopdes
-
Bakat Vs Keberuntungan: Mengapa Orang Pintar Belum Tentu Jadi Kaya?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.