Saka Cetak Hat-trick Bersejarah, Antar Inggris Tutup Piala Dunia 2026 dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Jul 2026, 00:05 WIB

MIAMI - Bukayo Saka menorehkan malam terbaik dalam karier internasionalnya dengan mencetak hat-trick saat Inggris menaklukkan Prancis 6-4 pada laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. Winger Arsenal itu kini masuk dalam daftar elite pencetak hat-trick Inggris di putaran final Piala Dunia.

Meski gagal mewujudkan ambisi tampil di partai final, Timnas Inggris menutup perjalanan mereka di Piala Dunia FIFA 2026 dengan cara yang mengesankan. Kemenangan dramatis 6-4 atas Prancis dalam perebutan tempat ketiga bukan hanya memastikan The Three Lions finis di peringkat ketiga, tetapi juga menjadi pencapaian terbaik mereka di Piala Dunia sejak menjuarai edisi 1966.

Ket. Foto: Selebrasi Bukayo Saka usai mencetak gol. — Sumber: FIFA

Sosok sentral di balik kemenangan spektakuler tersebut adalah Bukayo Saka. Penyerang berusia 24 tahun itu tampil luar biasa dengan memborong tiga gol, sekaligus mengukir namanya dalam sejarah sepak bola Inggris.

Hat-trick yang dicetak Saka membuatnya menjadi pemain keempat Inggris yang mampu mencetak tiga gol dalam satu pertandingan Piala Dunia. Sebelumnya, prestasi serupa hanya pernah diraih Geoff Hurst pada final Piala Dunia 1966, Gary Lineker pada Meksiko 1986, dan Harry Kane di Rusia 2018.

Bagi Saka, pencapaian tersebut menjadi momen yang sangat membanggakan.

"Luar biasa. Saya benar-benar menikmati pertandingan ini dan tentu saja ini pencapaian yang istimewa. Saya baru diberi tahu bahwa hanya ada empat pemain Inggris yang pernah mencetak hat-trick di Piala Dunia. Semua orang tahu siapa nama-nama itu. Bisa menjadi bagian dari daftar elite tersebut membuat saya sangat bangga," ujar Saka.

Tak hanya itu, Saka juga menjadi pemain ketiga Inggris yang mampu mencetak sedikitnya tiga gol dalam dua edisi Piala Dunia berbeda, mengikuti jejak Gary Lineker dan Harry Kane.

Meski kemenangan atas Prancis tak mampu menghapus kekecewaan gagal melaju ke final, Saka menegaskan Inggris memiliki tekad kuat untuk mengakhiri turnamen dengan hasil positif.

Menurutnya, skuad asuhan Thomas Tuchel sebenarnya yakin layak tampil pada laga puncak.

"Bagi kami, yang terpenting adalah menutup turnamen dengan baik karena sebagai sebuah tim kami memang pantas mendapatkannya. Kami percaya seharusnya bermain besok di final, bukan hari ini. Namun kenyataannya kami bermain pada laga perebutan tempat ketiga dan kami ingin mengakhirinya dengan kemenangan. Saya senang kami berhasil melakukannya," kata Saka.

Keberhasilan mengalahkan Prancis juga membuat Inggris mengoleksi total 20 gol sepanjang turnamen, menyamai Prancis sebagai tim paling produktif di Piala Dunia 2026.

Pelatih Thomas Tuchel melakukan sejumlah perubahan dalam susunan pemain pada pertandingan terakhir. Rotasi tersebut terbukti efektif karena Inggris tampil tajam sejak menit pertama dan sempat unggul telak 4-0 sebelum akhirnya menang 6-4.

Usai pertandingan, Saka mengungkapkan pesan yang disampaikan Tuchel kepada seluruh pemain di ruang ganti.

"Pelatih mengatakan bahwa dia sangat bangga kepada kami dan dia akan merindukan kami. Kami juga akan saling merindukan karena selama enam atau tujuh pekan terakhir kami membangun ikatan yang luar biasa. Kami meninggalkan turnamen ini dengan rasa bangga atas apa yang kami capai hari ini sebagai sebuah tim, dan berikutnya kami akan fokus untuk menjadi juara," ungkap Saka.

Meski gagal mengakhiri penantian panjang meraih gelar juara dunia, Inggris pulang dengan banyak catatan positif. Performa impresif para pemain muda seperti Bukayo Saka menjadi sinyal bahwa The Three Lions tetap memiliki fondasi kuat untuk bersaing di turnamen besar berikutnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.