- Home
-
- Luar Negeri
-
- AS Kerahkan Jet Tempur Gen...
AS Kerahkan Jet Tempur Generasi Kelima dalam Konflik dengan Iran
Senin, 20 Jul 2026, 01:05 WIBWashington â Amerika Serikat (AS) memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah dengan mengerahkan jet tempur generasi kelima F-35 dan F-16 dari pangkalan di Eropa, di tengah eskalasi konflik dengan Iran yang kembali memanas.
Laporan Wall Street Journal menyebutkan, pesawat F-16 diberangkatkan dari Pangkalan Udara Spangdahlem, Jerman, sedangkan F-35 dipindahkan dari Pangkalan Udara Lakenheath, Inggris. AS juga mengerahkan sejumlah pesawat tanker untuk mendukung operasi udara di kawasan.
Pengerahan itu berlangsung setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan dimulainya gelombang baru serangan udara terhadap Iran pada Minggu (19/7).
"Hari ini pukul 6 sore ET, pasukan AS mulai melancarkan serangan udara baru terhadap Iran atas arahan Panglima Tertinggi," tulis CENTCOM melalui platform X.
Menurut CENTCOM, operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Iran mengancam pelayaran internasional di Selat Hormuz sekaligus membalas serangan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang menewaskan personel militer AS di Yordania.
"Serangan-serangan ini dirancang untuk semakin melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz dan dengan cepat menghukum pasukan Garda Revolusi Islam yang melancarkan serangan terhadap anggota militer AS di Yordania tadi malam," demikian pernyataan CENTCOM.
Konflik kembali meningkat meski sebelumnya Teheran dan Washington sempat menandatangani memorandum gencatan senjata pada 18 Juni untuk mengakhiri perang yang pecah sejak 28 Februari. Kesepakatan itu kemudian runtuh setelah AS kembali melancarkan serangan sejak 8 Juli. Pada 9 Juli, Presiden Donald Trump menyatakan gencatan senjata tersebut tidak lagi berlaku.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah. Militer Iran mengklaim menyerang dua pangkalan AS di Kuwait menggunakan drone, yakni gudang amunisi di Camp Udairi serta sistem radar Patriot dan pengawasan udara di Pangkalan Udara Ali Al Salem.
Militer Kuwait mengonfirmasi telah merespons serangan rudal dan drone Iran, sementara sirene peringatan juga terdengar di Bahrain.
Iran juga melancarkan serangan baru ke Yordania. CENTCOM menyatakan dua personel militer AS tewas saat menghadapi serangan rudal balistik dan drone Iran di negara tersebut, sementara satu personel lainnya masih dinyatakan hilang. Dengan insiden itu, jumlah korban jiwa militer AS sejak konflik kembali pecah pada 28 Februari menjadi 16 orang.
Militer AS menyatakan telah memasuki malam kedelapan berturut-turut operasi udara terhadap Iran. Salah satu target serangan dilaporkan berada di wilayah Sirik, pelabuhan strategis Iran yang menghadap langsung ke Selat Hormuz.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP, Antara, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Kasus yang Melingkungi Proyek Marina Bay City Belum Juga Kelar
-
Menlu Marco Rubio Tegaskan Perang AS-Iran Telah Berakhir
-
Gencatan Senjata di Timur Tengah Terancam Setelah Iran Lancarkan Serangan Rudal ke Israel
-
Rupiah Melemah, Konflik Timur Tengah hingga Lonjakan Harga Minyak Guncang Ekonomi Indonesia
-
JD Vance: Kekuatan Militer Bukan Solusi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.