Pemprov Sumut Targetkan Asahan, Tanjung Balai, dan Labura Bebas Pasung ODGJ
Jumat, 17 Jul 2026, 01:20 WIBMEDAN -Â Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menargetkan tiga wilayah di pesisir timur, yakni Kabupaten Asahan, Kota Tanjung Balai, dan Kabupaten Labuhanbatu Utara, terbebas dari praktik pemasungan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), Kamis (16/7).
"Program ini untuk mempercepat penanganan ODGJ sekaligus menghapus praktik pemasungan yang masih terjadi di tengah masyarakat," kata Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof Dr Muhammad Ildrem Sumut, Sri Suriani Purnamawati dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Kamis.
Ia mengatakan, tim akan mulai turun ke tiga kabupaten/kota di pesisir timur Sumut itu pekan ini guna menangani ODGJ yang masih dipasung oleh keluarganya.
"Minggu ini kita coba turun ke daerah mengatasi masyarakat yang mengalami gangguan kejiwaan atau ODGJ yang dipasung pihak keluarganya," jelasnya.
Selama ini, menurut dia, mereka dipasung agar tidak mengganggu dan tidak meresahkan masyarakat setempat, padahal kegiatan tersebut dilarang dan tidak dibenarkan.
Sri menjelaskan, program bebas pasung ini didukung layanan transportasi khusus untuk menjemput dan mengantar pasien orang dengan gangguan jiwa ke RSJ Prof Dr Muhammad Ildrem.
Setelah itu, pasien itu mengikuti program rehabilitasi psikososial atas upaya membangun kemandirian dilaksanakan bersama Rumah Sakit Umum Haji Medan dan rumah sakit umum daerah di kabupaten/kota.
"Rehabilitasi psikososial itu penting untuk ODGJ, karena bertujuan membentuk kebiasaannya setiap hari dia melakukan aktivitas apa saja. Ini menjadi strategi kemandirian pasien, makanya kita berikan layanan ini di mana pasien pagi diantar, dan sore dijemput keluarganya,â kata Sri.
Selama mengikuti rehabilitasi psikososial ini, lanjut dia, pasien ini menjalani berbagai kegiatan, seperti pembinaan kerohanian, pengajian, melukis, keterampilan membuat sabun cuci piring, eco enzyme, dan karbol.
Adapun hasil karya pasien ODGJ ini dipamerkan dan dipasarkan di stan RSJ Prof Dr Muhammad Ildrem dalam Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 sejak 3 Juli hingga 2 Agustus 2026.
"Pasien juga kita beri pelatihan menanam sayuran seperti kangkung, pakcoi dan budidaya magot. Karena di RSJ ada instalasi gizi memiliki limbah organik, kami buat magot, dan beternak ayam petelur yang satu kandang 15 ekor,â ujarnya.
Melalui program rehabilitasi psikososial ini, pasien ODGJ diharapkan mampu membangun kebiasaan positif selama 20 kali kunjungan, sehingga dapat kembali beraktivitas dan berkomunikasi dengan keluarga.
"Stigma kita selama ini, ODGJ itu tidak bisa melakukan apa-apa, itu tidak benar. Gangguan jiwa tidak mengubah, dan tidak mengurangi kecerdasan. Sifat agresif dan halusinasinya bisa ditekan dengan obat-obatan, sehingga mereka bisa beraktivitas kembali,â tutur Sri.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sumut Hery Valona Bonatua Ambarita mengatakan, hingga saat ini sebanyak 186 ODGJ di 33 kabupaten/kota se-Sumut mendapatkan penanganan.
Menurut dia, program ini bagian Universal Health Coverage (UHC), Program Berobat Gratis (Probis), dan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Gubernur Sumut sehingga masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan jiwa tanpa biaya.
âMasyarakat yang terpasung kita bawa ke RS Jiwa, seperti di Tanjung Balai dari lima orang terpasung, kini tinggal dua orang lagi karena keluarganya belum bersedia. Padahal, ODGJ harus dibawa ke RS Jiwa untuk mendapat pelayanan yang standar,â kata Hery.
- bebas pasung sumut
- odgj sumut
- rsj muhammad ildrem
- rehabilitasi psikososial
- tanjung balai
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.