- Home
-
- Luar Negeri
-
- Amerika Serikat Serang Ira...
Amerika Serikat Serang Iran, Selat Hormuz Kembali Jadi Medan Konflik
Jumat, 17 Jul 2026, 01:00 WIBTEHERAN â Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan menyerang sekutu-sekutu Washington di kawasan Teluk pada Kamis (16/7). Bentrokan tersebut kembali memanaskan konflik Timur Tengah dengan Selat Hormuz menjadi pusat perebutan kepentingan strategis.
Jalur pelayaran yang menjadi lintasan utama minyak dan gas dunia itu kembali menjadi titik ketegangan. Iran menegaskan Selat Hormuz berada di bawah kendalinya, sementara konflik memasuki hari keenam meski kedua pihak sempat mencapai kesepakatan awal pada Juni untuk mengakhiri perang.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan pasukannya menyerang sejumlah target militer Iran, termasuk di Bandar Abbas, dengan tujuan "melemahkan kemampuan Iran mengancam pelayaran sipil di Selat Hormuz."
CENTCOM juga menyebut serangan sebelumnya menyasar sistem pertahanan pantai dan lokasi rudal jelajah di Pulau Greater Tunb, Teluk Persia.
Sementara itu, kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan ledakan terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Lorestan di bagian barat dan Semnan di utara. Sistem pertahanan udara juga diaktifkan di beberapa wilayah Teheran.
Tak lama setelah itu, sejumlah negara sekutu AS di Teluk melaporkan adanya serangan. Kuwait mengaku berhasil mencegat drone Iran, sedangkan Bahrain membunyikan sirene peringatan serangan udara.
Selat Hormuz menjadi titik paling krusial dalam konflik terbaru ini karena merupakan jalur distribusi utama minyak dan gas dunia.
Iran sebelumnya memblokade Selat Hormuz setelah perang pecah akibat serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari. Jalur tersebut kemudian dibuka kembali usai tercapainya kesepakatan sementara AS-Iran pada Juni.
Namun, pekan lalu Teheran kembali menegaskan Selat Hormuz akan ditutup "hingga AS menghentikan agresinya."
Militer Iran juga mengklaim telah menyerang fasilitas militer AS di Yordania menggunakan pesawat nirawak sebagai balasan atas serangan Washington.
Di sisi lain, militer AS menyatakan telah menembaki dan melumpuhkan sebuah kapal tanker minyak kosong yang berusaha menerobos blokade laut di pelabuhan Iran.
Di Irak, pasukan Kurdi mengatakan koalisi pimpinan AS berhasil menembak jatuh delapan drone bermuatan bahan peledak di atas Erbil, ibu kota Kurdistan Irak. Wartawan AFP melaporkan terdengar ledakan dan terlihat kepulan asap di dekat Konsulat AS.
Beberapa jam kemudian, Perdana Menteri Irak mengutuk serangan drone tersebut tanpa menyebut pihak yang bertanggung jawab.
Diplomasi Masih Terbuka
Di tengah meningkatnya eskalasi militer, jalur diplomasi belum sepenuhnya tertutup. Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Fox News bahwa "minggu depan situasinya akan benar-benar buruk bagi mereka," seraya mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan di Iran apabila Teheran tidak kembali ke meja perundingan.
Namun, Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiator utama, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan nota kesepahaman hanya memiliki arti apabila seluruh klausulnya dijalankan.
"Jika Iran tidak memperoleh manfaat apa pun dari nota kesepahaman ini, kami tidak punya alasan untuk mematuhinya," katanya.
Di tengah konflik, lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz masih jauh di bawah kondisi normal. Data perusahaan pelacak maritim Kpler menunjukkan hanya terdapat 21 kapal yang melintas pada Selasa, sementara harga minyak dunia kembali menguat setelah eskalasi terbaru.
AS juga kembali memberlakukan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran.
Situasi keamanan yang memburuk memicu kecemasan di Iran maupun negara-negara Teluk.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP, Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Drama Penalti! Persebaya Tumbangkan Persib, Sabet Gelar Juara Piala Presiden 2026
-
Harga Bawang Putih di 248 Daerah Naik, Bapanas Minta Pemda Bereskan Akurasi Pengawasan
-
AS Hancurkan Tiga Tanker Minyak Iran, Selat Hormuz Kembali Membara
-
BTN Gandeng Pemkot Padang, Perluas Layanan dari KPR hingga Digitalisasi Layanan Publik
-
Produksi Kerajinan Panjang Mulud di Kota Serang Meningkat
-
InJourney Pastikan MotoGP 2026 Siap Digelar di Sirkuit Mandalika, Optimistis Dongkrak Ekonomi Nasional dan Serap Ribuan Pekerja
-
Pemasangan geomembran di TPST Bantargebang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.